KETIK, BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima kunjungan kehormatan dari jajaran Konsulat Jenderal Australia pada Jumat, 24 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Kabupaten Bondowoso.
Rombongan Konsulat Jenderal Australia dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, yang didampingi Staf Konsuler Adristi Fauzi serta Staf Public Diplomacy Hafiz Al Asad.
Kehadiran delegasi tersebut disambut oleh jajaran BPBD Bondowoso dalam suasana penuh keakraban dan semangat membangun kerja sama.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu terkait kondisi kebencanaan di Kabupaten Bondowoso menjadi fokus pembahasan. BPBD memaparkan karakteristik potensi bencana yang dihadapi daerah, sekaligus berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat sistem mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan tanggap darurat, hingga upaya pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
Mahasiswa KKN UINSA Kelompok 192 Kembangkan Pembibitan Cabai Putih di Kampung Oksigen Bondowoso, Dukung Ketahanan PanganKepala BPBD Bondowoso menyampaikan apresiasi atas kunjungan kehormatan yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Australia.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang positif untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kebencanaan.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Australia. Semoga silaturahmi ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran informasi dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Bondowoso," ujarnya.
Selain mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Konsulat Jenderal Australia, kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi geografis serta potensi ancaman bencana yang ada di Bondowoso.
Baca Juga:
PLN NP Tanjung Awar-Awar Gandeng BPBD Tuban Latih Relawan Destana Karangagung Hadapi BencanaDari dialog tersebut, kedua belah pihak turut menjajaki peluang sinergi dalam pengembangan kapasitas mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, penanganan saat terjadi bencana, hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
BPBD Bondowoso berharap pertemuan ini menjadi fondasi lahirnya kerja sama yang lebih erat dengan berbagai mitra, termasuk perwakilan negara sahabat, dalam mendukung terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas lembaga dan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis upaya pengurangan risiko bencana dapat terus diperkuat, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)