KETIK, MALANG – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mulai mendata para siswa SMPN 18 Kota Malang yang menjadi korban dugaan kekerasan oleh mantan kepala sekolah. Pendataan ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum menerjunkan tim pendampingan psikologis. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sailendra Sailendra, menjelaskan koordinasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait telah berjalan sejak Jumat 25 September 2026. Hingga kini, tercatat ada sekitar 10 siswa yang membutuhkan pendampingan dan penanganan lanjutan.

"Kita menyiapkan pendampingan untuk psikologisnya siswa. Kami masih mendata dulu, untuk sementara pada Jumat kemarin kurang lebih ada 10 siswa," ujar Sailendra, Senin 28 September 2026.

Sailendra menyebutkan, jumlah tersebut berpotensi bertambah tergantung pemutakhiran data dari sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

"Tapi bisa jadi ada perubahan data, kami masih menunggu sampai siang ini, gitu. Mungkin saja bertambah kalau data dari Dinas Pendidikan, dari pihak sekolah, maupun ada siswa yang melaporkan," ungkapnya.

Baca Juga:
Sambangi SMPN 18 Kota Malang, Dewan Pendidikan Ungkap Hubungan Kurang Harmonis Komite dan Eks Kepsek

Setelah pendataan, Dinsos Kota Malang akan melakukan asesmen dengan menggali keterangan dari orang tua maupun siswa yang bersangkutan. Sailendra menambahkan, informasi dari komite sekolah maupun paguyuban wali murid juga diperlukan.

"Termasuk minta informasi pada komite sekolah atau paguyuban wali murid. Untuk mendapatkan masukan-masukan. Nah, nanti tergantung pada si korban meminta pendampingan psikolog atau seperti apa," lanjutnya.

Pendampingan psikologis juga akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa. Pendampingan dapat dilakukan di sekolah, rumah, maupun kantor Dinsos. 

Sementara itu, jajaran Pemkot Malang juga telah berkunjung ke sekolah untuk memberikan pemahaman bagi siswa dan guru. Diharapkan setelah berbagai upaya yang dilakukan, suasana kondusif, aman, dan nyaman dapat kembali tercipta di lingkungan sekolah.

Baca Juga:
Wow! 3.050 Karateka Serbu Kota Malang, Piala Panglima TNI 2026 Jadi Ajang Adu Prestasi Bergengsi

"Tadi pagi juga kami memberikan pemahaman pada siswa supaya suasananya kondusif, suasana sekolah itu aman, nyaman, dan juga suasana yang gembira gitu. Tidak ada arahan-arahan yang sifatnya khusus," pungkasnya.(*)