Dinkes Jember Konfirmasi 7 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD hingga April 2024

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

19 Apr 2024 07:54

Thumbnail Dinkes Jember Konfirmasi 7 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD hingga April 2024
Upaya pencegahan wabah DBD di Jember, Dinkes lakukan fogging di pemukiman warga (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Hingga bulan April 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember melaporkan ada 7 orang meninggal dunia akibat terserang demam berdarah dengue (DBD).

Kadinkes Jember dr Hendro Soelistijono mengatakan, kasus demam berdarah selama bulan April mengalami penurunan semenjak terjadi lonjakan besar pada bulan Maret.

“Terbesar itu pada bulan Maret kemarin, melebihi tren 5 tahunan. Tapi kemudian menurun cukup drastis, terendah di antara 5 tahun sebelumnya,” tutur pria yang akrab disapa dr Hendro itu, Jumat (19/04/2024).

Selama dua pekan pertama bulan April, Dinkes mencatat hanya ada 127 kasus demam berdarah. Bila ditotal sejak Januari maka ada 3.300 kasus suspek demam berdarah atau demam dengue. Sedangkan yang terkonfirmasi DBD sebanyak 957 orang. 

Baca Juga:
Pembinaan PHBS di Desa Danau Sijabut Asahan Digenjot Jelang Lomba Tingkat Provinsi

Lebih lanjut, Hendro menuturkan, selama bulan April ini dari 127 kasus, ada satu orang yang meninggal akibat DBD. 

“Bila melihat dari total kasus mencapai 3.300 dengan angka kematian 7 orang, persentasenya sangat kecil hanya 0,2 persen untuk kasus fatalitynya di Jember,” lanjutnya.

Upaya pencegahan seperti pemberian fogging juga diberikan oleh Dinkes. Berdasarkan permintaan warga, petugas Puskesmas akan turun untuk melakukan penyelidikan epidemiologi sebelum memberikan fogging.

“Tidak selalu permintaan fogging semata-mata langsung dilakukan di tempat tersebut,” katanya.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Setelah dipastikan banyak sarang nyamuk di tempat tersebut barulah dilakukan fogging. 

Menyisir kantong-kantong nyamuk dengan mengukur angka bebas jentik. Apabila angka tersebut berada di atas 90 persen, artinya tempat itu tidak layak diberikan fogging.

Itu artinya, suspek kasus DBD tersebut sebenarnya tidak terjangkit di daerah setempat.

“Mengingat tingginya mobilitas masyarakat, bisa jadi seseorang terjangkit demam berdarah saat berada di luar lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Antisipasi Banjir, 3 Pilar Bersinergi Bersihkan Sampah Nyangkut di Sungai Pacitan

Baca Selanjutnya

Ingin Menyematkan Postingan di Facebook, Ikuti Cara Mudah Berikut Ini

Tags:

dbd kasus DBD meninggal dunia Jember Dinas Kesehatan Demam Berdarah Dengue

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar