Dinkes Imbau Warga Kabupaten Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Difteri

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Gumilang

30 Mar 2024 05:30

Thumbnail Dinkes Imbau Warga Kabupaten Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Difteri
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sleman dr Cahya Purnama MKes. (Foto: Fajar Rianto / Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta warga Kabupaten Sleman meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Difteri. Menyusul telah terjadi Kejadian Luar Biasa atau KLB terkait penyakit tersebut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Meski jaraknya cukup jauh, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman tidak mau gegabah. Mereka kemudian melakukan sejumlah langkah untuk mensikapi hal tersebut. Salahsatunya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat.

Difteri merupakan salah satu penyakit yang
disebabkan oleh infeksi bakteri  Corynebacterium diphteriae, strain toksigenik. Bakteri ini menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat mempengaruhi kulit. Sedangkan gejalanya termasuk sakit tenggorokan dan masalah pernapasan.

"Gejalanya antara lain berupa infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) bagian atas, nyeri tenggorokan, nyeri menelan, demam tidak tinggi (kurang dari 38,5⁰C), dan ditemui adanya pseudomembrane putih atau keabu-abuan atau kehitaman di tonsil, faring, atau laring yang tak mudah lepas, serta berdarah apabila diangkat," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Cahya Purnama MKes, Sabtu (30/3/2024).

Penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia dan berisiko menimbulkan infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Sedangkan  penularannya melalui droplet (percikan ludah) dari batuk, bersin, muntah, melalui alat makan, atau kontak erat langsung pada luka borok (ulkus) di kulit penderita.

Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduknya serta tidak terjaga kebersihannya. Pada keadaan lebih berat Difteri dapat ditandai dengan kesulitan menelan, sesak nafas, stridor dan pembengkakan leher yang tampak seperti leher sapi (bullneck).

Cahya mengingatkan bahaya penderita Difteri apabila tidak diobati dan kasus tidak mempunyai kekebalan (belum imunisasi), dapat menyebabkan angka kematian sekitar 50%.

"Kasus kematian biasanya terjadi karena obstruksi atau sumbatan jalan nafas, kerusakan otot jantung, serta kelainan susunan saraf pusat dan ginjal," jelasnya.

Meski begitu terang Cahya Purnama, Difteri bisa di cegah dengan imunisasi. Saat ini ada 3 jenis vaksin untuk imunisasi Difteri yakni vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT ataupun vaksin Td.

Baca Juga:
Simulasi Rutin Pencegahan Kebakaran di Kejari Lebak, Damkar: Sangat Penting

Ia paparkan, imunisasi Difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Nah, sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan  3 kali mendapat imunisasi DTP.

Penderita Difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun. Sehingga mereka tidak menyadari kalau telah terinfeksi. Akibatnya berbahaya juga apabila penderita tidak menjalani pengobatan dengan tepat, sebab berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya.

Utamanya mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Disebutkan, penanganan dengan terapi angka kematiannya dapat ditekan sekitar 10%. Adapun angka kematian Difteri pada anak usia kurang 5 tahun dan rata-rata 5 – 10% dan 20% pada dewasa diatas 40 tahun. 

Umumnya Difteri memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari.  Untuk itu ia mengimbau, apabila terindikasi terpapar Difteri segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jangan lupa minum obat antibiotik sampai habis sesuai arahan petugas kesehatan (puskesmas/RS), mendapatkan dan melengkapi imunisasi, diambil swab tenggorokan sesuai arahan petugas.

Serta melakukan karantina bagi kontak erat penderita.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman ini juga berpesan kepada masyarakat supaya pakai masker selama masa minum obat, melakukan isolasi penderita di⁹ fasilitas kesehatan,  batasi kontak dengan penderita Difteri.

Baca Juga:
Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air bersih. Namun yang tidak kalah penting melakukan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan memperbanyak konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Karena  sistem kekebalan tubuh yang baik dapat membantu melawan infeksi bakteri. Disamping itu kita juga bisa mengimbanginya dengan melakukan olahraga rutin dan melengkapi kebutuhan vitamin dan suplemen. (*) 

Baca Sebelumnya

Warga Antusias Ikuti Bazar Murah dan Jumat Curhat Polres Cianjur

Baca Selanjutnya

PLN Pacitan Janjikan Listrik untuk Keluarga yang Hidup Gelap Selama Lima Tahun

Tags:

Waspada Difteri Dinkes Sleman Pemkab Sleman Penyakit menular kesehatan himbauan Sosialisasi Pencegahan Pengobatan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H