KETIK, SURABAYA – Wawan Pramunadi siap mengemban amanat jabatan barunya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Malang, usai dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Rabu, 3 Juni 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

"Saya siap mengemban amanah ini sebaik mungkin. Ini tugas mulia yang diamanatkan Undang-Undang Dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya kepada Ketik.com.

Sebelum resmi dilantik Gubernur Jawa Timur, Wawan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 Gondangwetan. Di sekolah tersebut ia sukses menorehkan prestasi gemilang. 

"Saya bersyukur bisa kembali lagi ke Malang. Rasanya seperti back to home. Kita siapkan gebrakan inovasi-inovasi dan kita siap menjadi sekolah percontohan nasional yang lahir dari Malang Jawa Timur," ungkapnya.

Wawan mengungkapkan, SMAN 1 Gondangwetan yang baru saja ia tinggalkan punya banyak kenangan indah dan program unggulan, yaitu double track. 

Baca Juga:
Terima Kasih Bu Khofifah! Sebanyak 79.086 Murid Dapat Beasiswa Masuk 2.106 SMA/SMK Swasta se-Jatim

"Di sana sedang berjalan program unggulan seperti double track," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan pengambilan sumpah dan melantik 65 Kepala UPT Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6). 

Pelantikan tersebut mencakup kepala SMA, SMK, dan SLB yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.

Ia mengungkapkan, bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Saat ini, kata Khofifah pendidikan di Jawa Timur sudah di level membanggakan.

Baca Juga:
Khofifah Pantau Verifikasi SPMB di Gresik, Pastikan Antrean Calon Siswa Terkendali Tanpa Penumpukan

"Kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah dan Dinas Pendidikan telah menghasilkan berbagai capaian penting yang harus terus dijaga," katanya.

Ia berharap kualitas pendidikan yang baik dapat dirasakan seluruh masyarakat Jawa Timur, baik di perkotaan maupun wilayah yang selama ini membutuhkan layanan pendidikan. (*)