KETIK, MALANG – Kemarau panjang menyebabkan harga cabai melonjak hingga Rp65 ribu perkilo di Pasar Besar Malang. Akibatnya, pendapatan pedagang cabai mulai menurun.
BMKG mengungkapkan bahwa awal musim hujan di tahun 2026-2027 mengalami kemunduran dari rerata klimatologisnya di 61,08% wilayah Indonesia. Fenomena el nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) di samudra sekitar Indonesia berdampak pada berkurangnya curah hujan.
BMKG menyampaikan bahwa awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan. Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM/24,66% wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% wilayah).
Dari informasi BMKG tersebut, diketahui bahwa kondisi Indonesia saat ini masih dalam musim kemarau yang diperkirakan hingga akhir Oktober 2026. Hal ini tentunya memberikan dampak bagi bahan pangan yang mengalami lonjakan harga.
Salah satunya adalah cabai yang mengalami lonjakan harga mencapai Rp65 ribu per kilogram. Agus Salim, pedagang cabai di Pasar Besar Malang mengungkapkan bahwa harga cabai kecil mengalami kenaikan yang awalnya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp65 ribu per kilogram.
Baca Juga:
Maling Bobol Gerai Ponsel di Gajah Mada Plaza Malang, 5 iPhone Rp70 Juta Digasak"Kemarau jadi banyak kering yang di tangkainya, kan tidak ada yang segar," ujar Agus Salim.
Sementara itu, cabai besar yang mulanya di harga Rp25 ribu per kilogram, kini menjadi Rp60 per kilogramnya. Agus menyampaikan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh cuaca, kemarau yang masih melanda Indonesia.
Dengan kenaikan harga tersebut, Agus mengatakan jika pembelinya agak menurun. Hal itu pun berpengaruh pada pendapatan Agus. Ia menyampaikan bahwa sebelum harga naik bisa menjual 30 hingga 40 kilogram dalam satu hari. Sedangkan kini, ia hanya bisa menjual 20 kilogram.
"Biasanya penjualan satu hari itu bisa sampai mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta, sekarang Rp2,5 juta sampai Rp3 juta gitu," ungkap pria berusia 52 tahun tersebut.
Baca Juga:
Dinkes Kota Malang Minta Puskesmas Dampingi Sekolah dengan Siswa Positif InfluenzaAgus menyebut jika beberapa bulan yang lalu harga capai mencapai Rp90 ribu per kilogram. Namun, satu dan dua hari setelahnya harga mulai turun. Ia mengatakan jika kemarau pada tahun ini lebih panjang dari pada tahun lalu.
"Ini yang agak lama ini. Ini hampir satu bulanan cabai ini, memang efek samping yang tinggi itu karena cuaca," jelas Agus Salim.
Agus menjelaskan bahwa cabai harus berada dalam cuaca yang stabil untuk bisa menghasilkan cabai yang segar. Ia juga mengatakan jika tidak ada cara lagi untuk menjaga kesegaran cabai.
"Cuaca hujan ya rusak, kalau musim hujan rusak. Jadi cabai itu harus stabil, kalau kemarau gini ya itu kering-kering gitu, tidak bisa segar, tangkainya," pungkasnya.
Agus mengungkapkan bahwa setiap harinya, ia membuang cabai-cabai yang busuk dan akan membawakan cabai yang baik keesokan harinya. Menurutnya, penjualan cabai hanya bertahan sehari sebelum kualitasnya menurun.(*)