KETIK, KEDIRI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Tahun 2026 melaksanakan program kerja Digitalisasi UMKM di Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 20 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar 13 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Desa Tawang sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.
Program dilaksanakan oleh Kelompok KKN PSDKU UB Kediri dengan melibatkan seluruh anggota kelompok sebagai pendamping dalam kegiatan yang berlangsung secara door to door.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan media digital oleh sebagian pelaku UMKM di Desa Tawang. Meskipun memiliki produk yang berpotensi untuk berkembang, banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan platform digital secara optimal untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, identitas usaha dan media promosi yang dimiliki masih sederhana sehingga kurang mampu menarik perhatian konsumen yang lebih luas. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan pendampingan yang dapat membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi setiap UMKM secara langsung sehingga proses diskusi dapat dilakukan secara lebih intensif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen.
Baca Juga:
Vicky Shu, dr Gamal, hingga Kepala Daerah Jalani Masa Orientasi Pendidikan di Sekolah Pascasarjana UBSelain itu, tim KKN juga memberikan pendampingan terkait pengembangan desain kemasan produk serta membuatkan pamflet promosi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran.
Koordinator Desa Tawang KKN PSDKU UB Kediri, Febria Arief Furqon, menjelaskan bahwa metode door to door dipilih agar mahasiswa dapat memahami kondisi dan kebutuhan setiap pelaku usaha secara lebih mendalam.
“Setiap UMKM memiliki tantangan yang berbeda. Dengan datang langsung ke tempat usaha, kami bisa berdiskusi lebih intens dan memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha,” ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM Desa Tawang juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi usaha.
Baca Juga:
Sekolah Pascasarjana UB Terima 512 Mahasiswa Baru, Bidik Penguatan SDM ASN Lewat Kolaborasi Pemda“Kami sebenarnya ingin memasarkan produk lebih luas, tetapi masih kurang memahami cara membuat promosi yang menarik dan memanfaatkan media digital. Pendampingan dari mahasiswa sangat membantu, terutama dalam pembuatan pamflet promosi dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps,” ungkapnya.
Inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini berupa pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana pendukung pemasaran UMKM. Teknologi tersebut diterapkan melalui pembuatan media promosi yang lebih menarik, penguatan identitas usaha melalui desain kemasan, serta peningkatan aksesibilitas usaha melalui pencantuman lokasi pada Google Maps. Implementasi dilakukan secara langsung bersama pelaku usaha sehingga mereka dapat memahami dan melanjutkan penggunaannya secara mandiri setelah program berakhir.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM memperoleh pengetahuan baru mengenai pemasaran digital yang lebih efektif dan mudah diterapkan. Selain meningkatkan visibilitas usaha, program ini juga membantu pelaku UMKM memperkuat citra produk serta memperluas peluang pemasaran kepada konsumen yang lebih luas. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.(*)