Dialog “Mata Air Terakhir atau Air Mata Terakhir”, MPA Bondowoso: Dikelilingi Pegunungan Justru Kekeringan

Jurnalis: Ari Pangistu
Editor: Naufal Ardiansyah

8 Jun 2024 13:57

Thumbnail Dialog “Mata Air Terakhir atau Air Mata Terakhir”, MPA Bondowoso: Dikelilingi Pegunungan Justru Kekeringan
MPA Bondowoso saat berfoto bersama sejumlah narasumber di acara dialog (Ari Pangistu/Ketik.co.id)

KETIK, BONDOWOSO – Sejumlah aktivis lingkungan menilai kondisi mata air Bondowoso kian memprihatinkan. Sebut saja, dengan geografis Bondowoso yang berada di daerah pegunungan. Namun yang terjadi Bondowoso justru dilanda kekeringan. 

Melihat ini, aktivis lingkungan yang tergabung di Masyarakat Pencinta Alam (MPA) Bondowoso menggelar dialog antar pihak dengan tema “Mata Air Terakhir” di Orilla Cafe & Resto, pada Jumat (07/06/2024). 

Tohari, Ketua Fraksi PKB di DPRD Bondowoso, mengakui, kondisi lingkungn hidup di Bondowoso memang kritis. Ia mencontohkan kasus banjir yang belakangan marak melanda Kabupaten Bondowoso. 

“Karena dulu tidak ada banjir. Dua tahun terakhir ini Bondowoso dilanda banjir,” tegasnya.

Baca Juga:
Warga Bandelan Bondowoso Geger, Temukan Jenazah Bayi Perempuan dalam Kresek Hitam

Ia mempertanyakan bagaimana tanggung jawab, dan kontribusi yang sudah dilakukan Pemda untuk memulihkan, merawat, dan menjaga kualitas lingkungan di Bondowoso. 

“Apakah PDAM turut menjaga mata air? Atau hanya disedot saja?,” tanya pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso itu. 

Ia pun menggaris bawahi bahwa semua pihak harus terlibat dalam menjaga lingkungan. 

“Oleh sebab itu acara ini menggerakkan hati kita untuk lebih peduli terhadap sumber mata air,” ujarnya. 

Baca Juga:
Atap Gedung GKJW Bondowoso Ambruk Diterjang Hujan Lebat, Bupati Hamid Tinjau Lokasi

Senada disampaikan oleh, Sutriono, Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso. 

Ia menyebut dirinya sebagai perwakilan rakyat akan terus mendorong tiga hal. Yakni ketersediaan, pendayagunaan, dan pengedalian air. 

Karena bagaimana pun, jika mengutip amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat (3). Bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 

"Kami sebagai perwakilan rakyat akan terus mendorong,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Kontruksi, BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, membenarkan, bahwa pihaknya kerap mendapatkan telpon permintaan air bersih. Lebih-lebih di musim kemarau. 

"Kalau sudah masuk musim kemarau HP kami selalu sibuk dengan telfon untuk pengiriman air bersih,” katanya di acara tersebut. 

Umar, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso menepis tema tersebut. Ia menyebut ada dua kemungkinan dalam tema acara tersebut, yakni positif dan negatif. 

“Karena kami selalu berfikir positif barangkali tema kali ini adalah sumber mata air terakhir yang harus kita rawat dan bisa muncul sumber mata air yang lain,” katanya. 

Sementara itu, Zia Ulhaq, Ketua Panitia menegaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup punya peran penting terhadap kondisi ini. Sebab, ia menerangkan bahwa kebijakan itu memiliki dua dimensi, yakni membujuk atau membodohi. 

Karena itulah, ia melalui komunitas Bondowoso akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil peran aktif terhadap ketersediaan air agar bencana kekeringan tak lagi melanda Kabupaten Bondowoso. 

“Itu sebabnya kami mengundang seluruh instansi terkait supaya bisa menemukan solusi dari kondisi ini,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

SMP Al Falah Assalam Sidoarjo Wisuda Angkatan Pertama Program Sekolah Penggerak

Baca Selanjutnya

Istimewa! Rachel Zahra Maharani, Siswi SMAN 1 Saradan yang Jago Bahasa Jepang dan Bidang Digital

Tags:

Bondowoso #MPABondowoso #MataAirBondowoso #DLHBondowoso #TohariPKB #PKBBondowoso #AktivisLingkunganBondowoso

Berita lainnya oleh Ari Pangistu

Kirab Maskot Pilkada Serentak Jawa Timur Tiba di Bondowoso

19 September 2024 16:47

Kirab Maskot Pilkada Serentak Jawa Timur Tiba di Bondowoso

Data Lansia Diduga Dicuri untuk Kredit Fiktif di Bondowoso, Korban Geruduk Kejaksaan

19 September 2024 14:49

Data Lansia Diduga Dicuri untuk Kredit Fiktif di Bondowoso, Korban Geruduk Kejaksaan

KPU Bondowoso Tetapkan DPT Pilkada Sebanyak 601.133, Pemilih Perempuan Lebih Banyak

19 September 2024 09:01

KPU Bondowoso Tetapkan DPT Pilkada Sebanyak 601.133, Pemilih Perempuan Lebih Banyak

Jumlah Pemilih Pemula Pilkada Bondowoso Capai 1.900an, Dispendukcapil Jemput Bola Perekaman E-KTP

19 September 2024 07:33

Jumlah Pemilih Pemula Pilkada Bondowoso Capai 1.900an, Dispendukcapil Jemput Bola Perekaman E-KTP

KPU Bondowoso Buka Rekrutmen 8 Ribuan Petugas KPPS Pilkada 2024

18 September 2024 15:00

KPU Bondowoso Buka Rekrutmen 8 Ribuan Petugas KPPS Pilkada 2024

Diduga Panen Alpukat Tetangga Satu Karung, Warga Sukosari Lor Dipolisikan

17 September 2024 20:05

Diduga Panen Alpukat Tetangga Satu Karung, Warga Sukosari Lor Dipolisikan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar