KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo menjalin kerja sama dengan Yayasan Konservasi Indonesia dalam pengembangan budidaya udang berwawasan lingkungan. Demikinan disampaikan Marlutfi Yoandinas Badan Inovasi Percepatan Pembangunan Daerah (BIPPD), Rabu 10 Juni 2026.
Kesepakatan bersama itu telah ditandatangani pada Hari Senin 3 November 2025 Wisda Rengganis, Pasir Putih, Situbondo oleh Ocean Program Director Yayasan Konservasi Indonesia, Budiati Prasetiamartati dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
“Kerja sama ini berfokus pada pelaksanaan kajian dan pengembangan budidaya udang yang memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pelaksanaan kajian dengan menggunakan pendekatan jurisdiksi untuk pengembangan budidaya udang berwawasan lingkungan,” jelas Marlutfi.
Lebih lanjut, Marlutfi menjelaskan, Kabupaten Situbondo dipilih merupakan salah satu daerah dengan potensi produksi udang terbesar di Jawa Timur. Budidaya udang di wilayah ini, membutuhkan dukungan kebijakan dan praktik berkelanjutan agar tidak merusak ekosistem pesisir.
“Budidaya udang di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu produk yang paling besar dan membutuhkan dukungan kajian yang terkait dengan pelestarian lingkungan budidaya udang di tambak-tambak. Tertujuannya kajian itu untuk memetakan kondisi tambak udang di Situbondo dan menentukan lokasi-lokasi potensial untuk proyek percontohan (pilot project),” ujar Marlutfi.
Baca Juga:
Pelaku Dugaan Pembunuhan Terhadap Bidan di Situbondo Konsumsi NarkobaSelain itu, sambung Marlutfi, kebijakan yang ada akan diperkuat agar kegiatan budidaya udang benar-benar berwawasan ekologis. “Memastikan bahwa budidaya udang itu bisa berwawasan lingkungan dan praktik-praktik berkelanjutan seperti yang sudah ditegaskan oleh kebijakan pemerintah pusat bisa dijalankan oleh pelaku budidaya udang secara benar,” ujarnya.
Tim Konservasi Indonesia, kata Marlutfi, akan melakukan kajian kedua, dan kajian pertama sudah dilakukan oleh Tim Konservasi Indonesia. “Kajian yang akan dilakukan besok di Kantor Bapperida Situbondo yakni penguatan konservasi ekosistem pesisir, pengelolaan kawasan tambak udang dengan penanaman mangrove berkelanjutan,” jelas Lutfi.
Melalui kajian ini, kata Lutfi, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga Konservasi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam serta mendukung pembangunan yang ramah lingkungan di Kabupaten Situbondo. (*)