KETIK, MALANG – Dewan Pendidikan Kota Malang telah dilantik langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satu misi yang ditekankan ialah pencegahan terhadap kekerasan di lingkungan sekolah. 

Wahyu menjelaskan Dewan Pendidikan terdiri dari beragam latar belakang. Mulai dari perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerhati pendidikan, dan juga pelaku pendidikan. 

Dengan beragam latar belakang tersebut, Dewan Pendidikan dapat membentuk skema dalam menekan dan mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. 

"Kita berharap nanti saling berjalan, juga bisa menekan, terkait perlindungan anak, bullying dan hal-hal yang lain. Akhirnya mempengaruhi terkait dengan (kualitas) tempat pendidikan yang ada di Kota Malang," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut bahwa 72 persen kekerasan pada anak terjadi di lingkungan yang paling dekat, salah satunya sekolah. 

Baca Juga:
3.513 Stel Seragam Gratis Kota Malang Kembali Dibagikan, Anggaran Berkurang Jadi Rp1,5 Miliar

Wahyu menyebut Pemkot Malang telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk mengantisipasi. Salah satunya dengan mengatur penggunaan gadget yang memicu tindak kekerasan. 

"Sebelum Menteri Pendidikan mengeluarkan, saya sudah mengeluarkan Surat Edaran penggunaan gadget, karena itu salah satu faktor pemicunya, terkait juga dengan perlindungan anak. Banyak hal yang tidak baik, nah akhirnya mereka berdampak terkait dengan hal tersebut," katanya. 

Guru tidak hanya diminta untuk mengawasi anak-anak selama di lingkungan sekolah, namun juga ketika di luar. Hal tersebut untuk antisipasi agar tidak terjadi kekerasan di lingkungan terdekat anak. 

"Saya juga minta, tidak hanya guru pada saat anak-anak di sekolah, tetapi di luar lingkungan sekolah juga harus waspada. Ada beberapa data ini kan orang terdekat di lingkungan sekitar menjadi pemicu utama," ungkapnya. 

Baca Juga:
Hari Anak Nasional, Disdikbud Kota Malang Minta Guru Anggap Murid Layaknya Anak Sendiri

Menurutnya program Ayah Mengantar Anak Sekolah juga menjadi salah satu bentuk pengawasan. Dengan hadirnya pengurus baru Dewan Pendidikan, diharapkan program untuk menjamin lingkungan yang aman bagi anak dapat berjalan optimal. 

"Ayah Mengantar Sekolah ini juga bisa menjadi salah satu harapan agar anak-anak tetap terlindungi. Itu salah satunya ada dari lingkungan sekitar juga. Jadi harus waspada," pungkasnya. (*)