KETIK, MALANG – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa dengan strategi membangun usaha berbasis digital melalui seminar bertema “Strategi Generasi Muda Menjadi Digital Entrepreneur yang Produktif dan Inovatif”, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Seminar yang berlangsung di Gedung D Lantai 2, Kampus 1 UIN Malang, ini menghadirkan Chusen Muhammad, pemilik merek Babagaf yang bergerak di bidang sarung dan busana muslim. Ia berbagi pengalaman mengembangkan usaha, mulai dari membangun merek dan memanfaatkan platform digital untuk pemasaran hingga berinovasi agar produk mampu bersaing di pasar.

Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Seminar tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus memahami peluang bisnis di era digital.

Mahasiswa didorong tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berani berinovasi, membaca peluang pasar, dan membangun usaha secara mandiri.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, menekankan pentingnya keterampilan kewirausahaan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:
Akademisi Perempuan UIN Malang Bahas Perspektif Gender dan Pencegahan Radikalisme di Mesir

“Mahasiswa perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan peluang usaha. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Miftahul Huda.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, menekankan pentingnya keterampilan kewirausahaan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dalam seminar bertema “Strategi Generasi Muda Menjadi Digital Entrepreneur yang Produktif dan Inovatif”, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Sementara itu, Chusen Muhammad, pemilik merek Sarung Babagaf yang dikenal di kalangan pondok pesantren, memaparkan langkah-langkah memulai usaha. Ia menekankan pentingnya mengenali potensi diri, menemukan ide bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar, menentukan target konsumen, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Mahasiswa perlu berani memulai usaha dari skala kecil, konsisten mengembangkan produk, dan terus berinovasi mengikuti perubahan kebutuhan konsumen. Pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha,” ujar Chusen.

Baca Juga:
UIN Malang Perkuat Ketahanan Mental Keluarga di Bandungrejosari

Ketua DEMA Fakultas Syariah, Fawwaz Fudhail Muhammad, berharap seminar ini tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong mahasiswa mengambil langkah nyata dalam membangun usaha.

Melalui seminar ini, DEMA Fakultas Syariah berharap dapat mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengubah peluang digital menjadi usaha produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.