Dekan FH PTN Se-Indonesia Nyatakan Sikap atas Penangkapan Aktivis dan Kebijakan yang Tak Berpihak ke Rakyat

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

3 Sep 2025 19:18

Thumbnail Dekan FH PTN Se-Indonesia Nyatakan Sikap atas Penangkapan Aktivis dan Kebijakan yang Tak Berpihak ke Rakyat
Pernyataan sikap Dekan FH PTN se-Indonesia terhadap kondisi di Indonesia, tentang penangkapan aktivis dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Carut marutnya kondisi sosial, politik, dan hukum di Indonesia beberapa waktu terakhir ini mengundang respon dari Badan Kerja Sama Dekan (BKSD) Fakultas Hukum (FH) PTN se-Indonesia. Para dekan menyoroti penangkapan aktivis hingga kebijakan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat.

Ketua BKSD FH PTN se-Indonesia, Dahliana Hasan menjelaskan bahwa penangkapan aktivis oleh aparat penegak hukum (APH) merupakan tindak eksesif yang melampaui batas wajar. 

"Saya pikir ini kejadian yang sangat luar biasa yang harus disikapi setiap elemen masyarakat. Situasi ini menjadi peristiwa luar biasa. Sudah banyak korban dalam aksi massa, termasuk penangkapan aktivis yang mulai eksesif," ujarnya, Rabu 3 September 2025 di Universitas Brawijaya (UB).

Banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Salah satunya kenaikan tunjangan jabatan anggota DPR yang melukai perasaan masyarakat. Terlebih sistem perpajakan saat yang harusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, justru berbelok untuk memenuhi kepentingan elit politi.

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

"Kalau situasi hukum saat ini banyak sekali kebijakan yang tidak berkeadilan, baik itu secara struktural maupun sosial. Misalnya tentang tunjangan jabatan DPR yang dinaikkan. Padahal sekarang ini banyak sekali masyarakat yang mencari kerja, bukankah itu sangat menyakiti perasaan masyarakat," lanjutnya.

Dahliana bersama para Dekan FH PTN se-Indonesia mendorong agar pejabat publik lebih bijak dan mengembalikan marwahnya sebagai pelayan bagi masyarakat. Berbagai aspirasi yang disampaikan rakyat harus didengar dan direspon melalui dialog terbuka, bukan dengan tindak represif.

"Pejabat publik sebagai pelayan masyarakat harus melayani, bukan agresif kepada apa yang diinginkan masyarakat. Ketika aksi damai berlangsung, harus didengar. Jangan melakukan hal-hal di luar HAM. Dialog harus dilakukan secara terbuka dan diaktualisasi dalam kebijakan," tegasnya.

Peluang untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut secara langsung kepada pemerintah tetap terbuka lebar. Namun ia menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut sebagai bagian dari empati terhadap carut marutnya kondisi di Indonesia.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

"Untuk saat ini kami masih menyatakan pernyataan sikap tentang empati kami terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Tetapi tidak menutup kemungkinan, kami juga akan memperjuangkan hal-hal tersebut kepada yang berkepentingan ataupun pemerintah," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Synthesis Pameran 3 Disiplin Seni Rupa, Hadirkan Karya Luar Biasa Seniman Surabaya

Baca Selanjutnya

Dekan FH PTN Se-Indonesia Nyatakan Sikap atas Penangkapan Aktivis dan Kebijakan yang Tak Berpihak ke Rakyat

Tags:

Dekan FH ptn Indonesia pernyataan sikap BKSD FH PTN se-Indonesia Aparat Represif Penangkapan Aktivis Kebijakan Pemerintah Pray For Indonesia

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar