KETIK, BLITAR – Sosok perempuan tangguh asal Blitar, Anik Sriati, sukses mencuri perhatian dalam ajang Inspiration Women 2026 yang digelar di CGV Cinemas Blitar Square, Rabu 6 Mei 2026. Founder CV Cherry Blossom Indonesia itu hadir sebagai narasumber dan membagikan kisah perjuangannya membangun bisnis ekspor hingga dikenal mancanegara.

 

Dalam acara bertema “Build the Life You Dare to Dream” dengan tagline “Berani Bermimpi, Ambil Aksi, dan Jadilah Inspirasi”, Anik tampil membakar semangat ratusan peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

 

Di hadapan 136 peserta, Anik menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku sebelum berada di titik seperti sekarang. Ia menegaskan, kesuksesan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang dipenuhi kegagalan dan perjuangan.

Baca Juga:
Elim Tyu Samba di Inspiration Women 2026: Kegagalan Bukan Akhir, Tapi Batu Loncatan

 

“Secara singkat, untuk mencapai sampai tahap ini, meskipun itu bukan kategori sukses mutlak, perjalanannya penuh liku-liku, naik turun itu pasti. Tapi saya bangga dengan pencapaian diri saat ini karena bisa melewati kegagalan-kegagalan itu,” ujarnya.

 

Tak banyak yang tahu, sebelum sukses menjadi pengusaha ekspor, Anik hanyalah lulusan SMA yang pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Dari pengalaman merantau itulah, ia mendapatkan ilmu dan mental bertahan hidup yang kemudian menjadi bekal membangun usaha di Indonesia.

Baca Juga:
Didukung 27 Cabor, Tonny Andreas Maju dalam Bursa Ketua KONI Kota Blitar

 

“Kalau merintisnya memang saya basic-nya lulusan SMA, jadi dari situ saya jadi TKW. Ilmu yang didapat dari sana saya terapkan untuk membuka usaha ekspor di Indonesia,” katanya.

 

Anik mulai merintis bisnis ekspor sejak tahun 2007. Namun perjalanan usahanya tak selalu berjalan mulus. Bisnis yang ia bangun sempat vakum pada 2012 sebelum akhirnya kembali bangkit pada 2017 hingga berkembang sampai sekarang.

 

Produk yang dipasarkan pun tak hanya satu jenis. Selain ekspor kendang, ia juga mengirim berbagai kerajinan tangan dan alat musik tradisional Indonesia ke luar negeri.

 

“Utamanya ekspor kendang, tapi bukan hanya itu, semua kerajinan tangan dan alat musik tradisional seperti gitar juga,” jelas perempuan yang juga aktif di organisasi HIPMI Kota Blitar tersebut.

 

Bagi Anik, tantangan global saat ini justru harus menjadi pemicu bagi generasi muda untuk terus berkembang dan tidak mudah menyerah. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan fokus terhadap tujuan hidup.

 

“Kita tidak boleh menyerah ya. Kita harus tetap semangat menjaga konsistensi kita dan juga fokus pada tujuan,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Anik mengajak anak muda Blitar untuk memiliki mimpi besar dan tidak terjebak di zona nyaman. Menurutnya, Blitar memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat bisnis yang diperhitungkan.

 

“Jangan stuck ya, tentunya kita harus memandang lebih luas lagi supaya kita bisa menjadikan Blitar ini kota yang menjadi gerbang nusantara, gerbang bisnis nusantara,” ucapnya optimistis.

 

Di akhir sesi, Anik menutup dengan pesan nasionalisme yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

 

“Kita harus membuktikan bahwa kita anak Indonesia, kita bisa. Jangan sampai diremehkan oleh negara lain,” pungkasnya.