Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta

Jurnalis: Atiq Alirahbini
Editor: Aziz Mahrizal

30 Mar 2025 13:40

Thumbnail Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Petani bawang di Kabupaten Probolinggo panen prematur akibat tanamannya rusak terserang penyakit yang disebabkan jamur tanaman, Sabtu, 29 Maret 2025. (Foto: Atiq Ali Rahbini/ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah lembap. Kondisi ini memicu munculnya penyakit jamur, seperti moler, layu fusarium, daun kuning, dan busuk batang.

Sapa'i, petani bawang merah dari Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, kepada ketik.co.id menyatakan bahwa telah berusaha melakukan perawatan intensif dengan penyemprotan pestisida. Namun, upaya pengendalian tersebut tidak membuahkan hasil.

"Tetap saja rusak tanamannya. Padahal, modal yang diperlukan untuk tiap luasan 1.000 meter, kira kira Rp10 juta sampai Rp13 juta, dengan bibit sekitar 1 kuintal," katanya Minggu, 30 Maret 2025.

Agar tetap bisa panen, maka petani menyiasati panen bawang di luar umur panen atau panen prematur, dengan catatan sudah berumbi meski masih berusia sekitar 47 hari setelah tanam (HST). Padahal, usia bawang merah yang siap panen idealnya di atas 55 HST. 

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

"Saya dan juragan saya, sekali tanam 2,3 ton bibit bawang, ini hanya seperempat lahan saja yang panen cepat, sisanya gagal panen karena penyakit. Kerugiannya sudah lebih dari Rp150 juta dan mayoritas petani di sini dan desa sekitar rugi semua," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Indra, petani asal Desa Sumber Kerang Kecamatan Gending.

"Dari sepuluh petani, yang tidak merugi paling hanya dua sampai tiga petani saja. Mayoritas merugi, karena tanaman kena penyakit akibat tanah terlalu lembab. Ya kalau rugi, ada yang rugi belasan juta sampai di atas Rp200 juta," katanya.

Padahal saat ini, harga bawang merah di pasar cukup tinggi di kisaran Rp16.000 sampai Rp38.000 per kilogram.

Baca Juga:
Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Demikian diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo, Usman.

"Kalau harga saat ini lumayan tinggi. Tapi, pasokan bawang dari petani memang berkurang. Setahu saya, memang banyak bawang petani yang rusak. Ya hukum pasar, kalau suplai sedikit dan permintaan tinggi, pasti harga ikutan naik," ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Dex Series

Baca Selanjutnya

Remisi Nyepi, 21 Narapidana di Jawa Timur Mendapatkan Remisi Khusus

Tags:

Petani Probolinggo Bawang Merah Probolinggo Pasar Bawang Dringu probolinggo Bawang

Berita lainnya oleh Atiq Alirahbini

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

28 Maret 2026 14:49

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

26 Maret 2026 20:05

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

22 Februari 2026 14:23

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

20 Januari 2026 22:24

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

10 Januari 2026 22:22

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

5 Januari 2026 17:48

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar