KETIK, MALANG – Berawal dari hobi otomotif dan rasa penasaran, mengantarkan Rendy Vananda Audi dikenal sebagai modifikator spesialis sepeda motor listrik di Malang.

Saat ditemui oleh Ketik.com di bengkel kecilnya bernama Elektra Motor di Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Lowokwaru, pria berusia 31 tahun itu nampak sibuk memperbaiki motor listrik milik kustomer. 

Pria yang akrab disapa Rendy ini menuturkan, awal mula tertarik dunia sepeda motor listrik (molis) berawal saat melihat video dari influencer otomotif Ridwan Hanif yang sedang mengetes ECGO. Kemudian, ia membeli unit molis serupa di akhir tahun 2018 untuk dipreteli dan dipelajari sendiri dari nol. 

Spesialis modifikator sepeda motor listrik (molis) di Malang, Rendy Vananda Audi saat ditemui oleh Ketik.com di bengkelnya, Kamis, 15 Oktober 2026 (Foto : Kukuh/Ketik)

"Molis ECEGO saya beli untuk dipakai sebagai bahan belajar, karena saya ingin tahu skema kelistrikan hingga perangkat dan cara kerjanya seperti apa. Satu persatu saya pelajari sedemikian rupa secara autodidak," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Baca Juga:
Tommy, Legislator Keturunan Tionghoa di Labuhanbatu Kawal Aspirasi hingga Terealisasi

Baginya, dunia modifikasi molis memiliki kebebasan kreativitas yang jauh lebih luas. Inovasi serta teknologinya terus berkembang, sehingga dapat dilakukan kustomisasi secara mandiri sesuai karakter. 

Meski hanya tamatan SMP, ia tak pernah malu untuk terus belajar serta mengekplorasi keahlian teknis di bidang molis. Hal ini sejalan dengan hobinya yang juga menyukai dunia IT dan terbiasa merakit komputer sendiri. 

"Setelah itu, saya membeli molis baru merek Uwinfly lalu saya bongkar semuanya dan hanya menyisakan rangka serta bodi. Sisanya yang lain termasuk mesin listriknya, saya ubah secara total layaknya merakit komputer," jelasnya. 

Kemudian di tahun 2021, molis racikannya diikutkan dalam balap drag di Surabaya di kelas time bracket dan Free For All (FFA). Meski hanya mencoba, namun ternyata dapat meraih catatan waktu terbaik di angka 7,2 detik mengalahkan motor bermesin bakar. 

Baca Juga:
Mengenal Sosok Martha Tilaar, Pendiri Martha Tilaar Group dan Pelopor Kosmetika Indonesia

"Dari situ, saya bertemu dengan teman-teman yang lain bergabung menjadi tim balap Senyap. Hingga kini, 100 lebih piala dari berbagai kejuaraan berhasil didapatkan. Terakhir ajang balap drag di Kanjuruhan pada Juli kemarin, pakai Uwinfly N9 Pro meraih juara umum," ungkap alumnus SMP Negeri 3 Kota Malang ini. 

Karena kerap meraih juara, ia mengaku sering mendapat protes dari tim balap bermesin konvensional hingga berujung larangan mengikuti beberapa kejuaraan. Kendati demikian, Rendy memandang secara positif dan membuktikan potensi besar dari molis. 

Lewat keahliannya itu, kini ia juga dipercaya sebagai mentor untuk membimbing mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya. Termasuk mendampingi tim mobil listrik mahasiswa UM untuk meraih gelar juara di berbagai perlombaan. 

"Selama 10 tahun tidak pernah juara dan begitu saya bimbing, alhamdulilah menang berturut-turut tiga kali dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) serta juara di ajang PLN ICE," tandasnya. (*)