Combine Harvester Bantuan Presiden Prabowo Mulai Digunakan di Kota Malang, Pemkot Pastikan Buruh Tani Tak Terdampak

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

24 Jun 2025 13:19

Thumbnail Combine Harvester Bantuan Presiden Prabowo Mulai Digunakan di Kota Malang, Pemkot Pastikan Buruh Tani Tak Terdampak
Teknologi combine harvester milik Kota Malang yang digunakan untuk memanen padi dengan lebih cepat dan efektif. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Alat pemanen padi canggih combine harvester bantuan Presiden RI Prabowo Subianto mulai dioperasikan di Kota Malang. Pemerintah Kota Malang memastikan penggunaan teknologi ini tidak akan berdampak negatif terhadap buruh tani yang biasa bekerja saat masa panen.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa tenaga manusia akan dialihkan untuk jenis pekerjaan lain di sawah. Ia juga optimistis bahwa alat ini akan menjamin peningkatan produktivitas lahan pertanian.

"Tidak berpengaruh ke buruh tani. Mereka dari produktivitas harga itu akan kembali ke mereka. Penjualannya dan waktunya akan lebih cepat, tentu apabila (gabah) terbeli akan kembali pada mereka," ujar Wahyu, Selasa, 24 Juni 2025.

Selama ini, Kota Malang banyak mendatangkan buruh tani dari Kabupaten Malang karena minimnya jumlah petani di Kota Malang sendiri. Wahyu menambahkan bahwa tenaga manusia akan tetap dimanfaatkan untuk pekerjaan lain.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

"Tenaga manusia juga akan kita manfaatkan untuk yang lain. Kalau di Kota Malang ini sangat kekurangan tenaganya, kita mengambil buruh tani dari Kabupaten Malang," jelasnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menambahkan bahwa buruh tani yang tidak lagi melakukan panen akan dialihkan untuk pekerjaan pengolahan tanah. Dengan demikian, penggunaan teknologi ini tidak banyak mengurangi kebutuhan tenaga manusia.

"Pengolahan lahan itu tahapannya mulai dari brujul (membajak), melembutkan, kemudian menanam. Itu tenaga manusianya masih dibutuhkan juga," ujar Slamet. 

Penggunaan combine harvester terbukti jauh lebih efisien. Untuk panen seluas empat hektare, alat ini hanya memerlukan waktu dua hari, jauh lebih cepat dibandingkan cara manual yang bisa memakan waktu hingga 16 hari.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

"Tadi perolehan gabah kurang lebih 60 kilogram. Untuk setengah hektar ada sekitar 60 karung. Bobotnya sama dengan cara manual, cuma kecepatan, penggunaan tenaga, dan biaya lebih irit," lanjutnya. 

Menurut Slamet, Kota Malang memerlukan paling tidak dua combine harvester untuk menjangkau panen di 4 kecamatan. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya masa panen yang bersamaan. 

"Tapi nanti skala prioritas ini pasti kami gunakan di 4 kecamatan, akan dikelola oleh Gapoktan. Untuk efektifitas pengelolaan, pemeliharaan, kami akan menggandeng teman kelompok tani di Kelurahan Merjosari, sudah berjalan pengelolaan alat mesin pertanian yang cukup besar," tutur Slamet. (*)

Baca Sebelumnya

Jemaah Haji Asal Malang Hilang di Makkah, Idap Demensia

Baca Selanjutnya

Polres Pekalongan Tutup Turnamen Badminton Hari Bhayangkara Ke-79, Tim Polres A Raih Juara Pertama

Tags:

Combine harvester Mesin Panen Padi Panen padi Buruh tani Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar