KETIK, JAKARTA – China menargetkan pembangunan perangkat eksperimen fusi nuklir Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST), yang dijuluki “matahari buatan”, rampung pada akhir 2027.
Proyek tersebut dirancang untuk menguji pembangkitan listrik melalui reaksi fusi nuklir sekitar 2030.
Kompleks proyek BEST di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, telah resmi diserahterimakan dan mulai digunakan.
Meski demikian, pembangunan mesin utama masih berlangsung dan telah memasuki tahap penting berupa perakitan sejumlah lapisan komponen.
Mengutip laporan China Central Television (CCTV) pada Kamis, 8 Oktober 2026, proses perakitan dilakukan dengan memasang empat lapisan komponen secara bertingkat.
Baca Juga:
16 Tahun usai Bunuh 13 Tentara AS, Eksekusi Mati Nidal Hasan Digelar Secara Live StreamingPekerjaan tersebut telah selesai lebih dari separuh sejak sejumlah komponen inti dikirim ke lokasi proyek pada Juli 2026.
Menurut Global Times, struktur perangkat BEST dirakit menyerupai tabung raksasa dengan lapisan-lapisan yang membungkus bagian dalamnya.
Komponen utama mencakup bejana vakum sebagai ruang berlangsungnya reaksi fusi, pelindung termal untuk membatasi perpindahan panas, serta magnet medan toroidal yang berfungsi mengurung plasma bersuhu tinggi agar tidak menyentuh dinding bejana.
BEST merupakan perangkat eksperimen fusi nuklir generasi baru yang dikembangkan secara mandiri oleh China.
Baca Juga:
Iran Enggan Setop Program Nuklir, Siap Hadapi AS tetapi Buka Peluang NegosiasiTeknologi ini berupaya meniru proses yang terjadi di Matahari, yakni penggabungan inti atom untuk menghasilkan energi.
Berbeda dari fisi nuklir yang membelah inti atom, fusi nuklir menggabungkan inti atom ringan, seperti isotop hidrogen deuterium dan tritium, untuk menghasilkan energi dalam jumlah besar.
Penyelesaian pembangunan BEST pada akhir 2027 akan menjadi tahapan penting menuju eksperimen pembangkitan listrik melalui fusi deuterium-tritium yang direncanakan sekitar 2030.
Pengujian tersebut ditujukan untuk menilai kelayakan teknologi fusi sebagai sumber listrik pada masa mendatang.
Mengutip kantor berita Xinhua, BEST diharapkan dapat mendemonstrasikan pembangkitan listrik dari fusi nuklir.
Namun, target tersebut masih bergantung pada keberhasilan pembangunan dan hasil pengujian perangkat.
Selain BEST, China juga mengembangkan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), perangkat eksperimen yang telah berulang kali mencatatkan rekor dalam penelitian fusi nuklir.
Pengembangan kedua perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya China mempercepat riset energi fusi.
Teknologi ini berpotensi menyediakan sumber energi rendah karbon dengan bahan bakar melimpah, meskipun penerapannya untuk pembangkitan listrik komersial masih menghadapi tantangan teknis.(*)