KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merencanakan pemasangan ecoplast sebagai langkah taktis mitigasi kebakaran di TPA Supit Urang.
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan pemasangan ecoplast bertujuan agar bara api di dalam tumpukan sampah tidak muncul kembali. Lapisan tersebut diharapkan dapat membatasi masuknya oksigen ke dalam tumpukan sampah.
"Kami akan lakukan proses pemasangan ecoplast. Nanti kita tutup sampah lagi, itu tidak ada lagi udara yang masuk ke bawah, sehingga kalau mungkin ada bara yang hidup itu akan mati karena tidak ada oksigen yang masuk ke dalam," ujarnya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pengalaman mengatasi kebakaran TPA Supit Urang pada 2019 menjadi salah satu pertimbangan. Raymond menyebut, saat itu proses pemadaman membutuhkan waktu hingga satu bulan karena bara api masih ditemukan di bawah tumpukan sampah.
Sebagai langkah gerak cepat, Raymond berharap pemasangan ecoplast dapat segera dilakukan bulan depan. Pengadaan ecoplast sendiri telah masuk dalam usulan anggaran yang bersumber dari bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk pengolahan sampah.
Baca Juga:
Rektor Unikama Soroti Tantangan AI dan Persaingan Kerja bagi Lulusan Perguruan Tinggi"Kebetulan kemarin pada waktu kita mendapatkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri yang dalam rangka pengolahan sampah, salah satu anggarannya kita usulkan untuk pengadaan ecoplast," ungkapnya.
Pengadaan ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran untuk pengurukan menggunakan tanah maupun pasir dan batu (sirtu). Pemasangan ecoplast juga cenderung lebih sederhana, yakni cukup membentangkan plastik di atas tumpukan tanah lalu menguncinya menggunakan pasak.
"Kalau tanah ditumpuk, baru disebar, itu masih butuh alat berat untuk masang. Tetapi kalau ecoplast itu tinggal masang plastik di atasnya, ditutup pakai pasak-pasak, memperkecil oksigen yang masuk ke sampah," sebutnya.
Hingga Jumat lalu, tim telah menyemprotkan lebih dari 20.000 meter kubik air untuk memadamkan kebakaran TPA Supit Urang. Petugas di lapangan juga terus melakukan pembasahan dan penyekatan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.
Baca Juga:
LADEC Fakultas Syariah UIN Malang Buka Rekrutmen Anggota, Dorong Kemampuan Berpikir Kritis"Pembahasan dan penyekatan supaya api tidak melompat karena sisi selatan itu sepanjang itu masih terlihat rumput kering semua sampai menuju ke pengolahan air limbah tinjanya PU. Kalau begitu tidak terkontrol api meloncat, takutnya bisa sampai mengarah ke tempat pengolahan limbahnya milik PUPR," pungkasnya.(*)