KETIK, SITUBONDO – Camat Asembagus Faishol Afandi bersama Pemerintah Desa Perante, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), operator Siks-NG, serta Operator Administrasi Kependudukan Kecamatan Asembagus mengunjungi Yayuk, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru kembali dari Arab Saudi, Jumat, 5 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap Yayuk yang akhirnya dapat pulang ke kampung halamannya di Desa Perante, Kecamatan Asembagus, setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri dan menghadapi persoalan rumah tangga yang berujung pada tindak kekerasan.
Faishol menjelaskan, Yayuk merupakan PMI asal Desa Perante yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan mantan suaminya saat keduanya berada di Arab Saudi.
“Yayuk merupakan salah satu PMI asal Desa Perante yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga oleh mantan suaminya di Arabsaudi. Perjuangan Yayuk untuk kembali ke tanah air akhirnya mendapat respon dari KJRI Jeddah, setelah dia melaporkan masalahnya ke KBRI Riyadh,” tutur Faishol.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa juga melakukan pendataan serta pengecekan administrasi kependudukan Yayuk beserta keluarganya. Langkah ini dilakukan agar seluruh dokumen kependudukan yang diperlukan dapat segera diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi terbaru.
Baca Juga:
Dinas Ketenagakerjaan Jemput PMI Asal Situbondo di Bandara JuandaFaishol mengatakan, Yayuk hingga saat ini masih menggunakan KTP manual dan belum memiliki KTP elektronik (e-KTP). Karena itu, Operator Adminduk Kecamatan Asembagus akan membantu proses penerbitan e-KTP agar data kependudukannya tercatat dengan baik. Selain itu, ibunda Yayuk juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah sehingga pembaruan data dinilai penting untuk memastikan hak-hak keluarga tersebut tetap terpenuhi.
“Kami sedang memperbaiki Administrasi Kependudukan Mbak Yayuk dan anaknya serta ibunya yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah. Dengan perbaikan data administrasi kependudukannya, maka Mbak Yayuk dan keluarganya bisa mendapat bansos pemerintah dan beraktivitas sebagaimana mestinya,” terang Faishol.
Lebih lanjut, Faishol menyampaikan bahwa Yayuk mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
Menurut Yayuk, dukungan dari pemerintah daerah menjadi penyemangat baginya untuk kembali menjalani kehidupan di kampung halaman. Ia merasa lebih nyaman dan memiliki kebebasan yang tidak dirasakan selama bertahun-tahun bekerja sebagai PMI di Arab Saudi.
Baca Juga:
Gerakan Indonesia Asri, Camat Asembagus Pimpin Bersih-Bersih Sampah di Sungai Jalur PanturaSebelumnya, Yayuk diketahui bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi. Selama 27 tahun menjalani kehidupan rumah tangga dengan sesama pekerja migran, ia dikaruniai seorang anak perempuan.
Namun, setelah mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan mantan suaminya, Yayuk melaporkan kasus tersebut kepada KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti hingga proses pemulangannya ke Indonesia berhasil dilakukan. Saat ini, Yayuk tinggal bersama ibunya yang telah lanjut usia dan dalam kondisi kesehatan yang menurun. (*)