KETIK, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026-2031 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung.
Pemerintah daerah mendorong pengelolaan zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Prosesi pelantikan yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pimpinan BAZNAS dari daerah tetangga.
Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, serta jajaran muzakki dan mustahik setempat turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut.
Baca Juga:
Pakaian Motif Daerah Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Kemenag Aceh SingkilDalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan pelantikan pimpinan BAZNAS bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat legitimasi dan kualitas tata kelola zakat di Kabupaten Tulungagung.
"Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni pengukuhan. Ini adalah momentum penting memperkuat amanah pengelolaan zakat. BAZNAS memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel," ucap Ahmad Baharudin.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan kepatuhan syariah dalam seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian dana zakat.
Baca Juga:
Kado HUT Ke-81 RI, BAZNAS Jatim Gelontor Puluhan Juta untuk Modal Usaha 10 Eks NapiterMenurutnya, kepercayaan publik dan para muzakki menjadi modal utama yang harus dijaga jajaran pimpinan BAZNAS yang baru. Setiap dana yang dikelola harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan memberikan dampak bagi penerima manfaat.
Sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga mendorong BAZNAS memperluas program zakat produktif.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menggeser pola bantuan konsumtif jangka pendek menuju pemberdayaan yang mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.
"Setiap bantuan produktif hendaknya disertai dengan pendampingan yang berkelanjutan. Harapan besar kita bersama adalah terjadinya transformasi kesejahteraan yang nyata, di mana para mustahik secara bertahap mampu bangkit hingga kelak menjadi muzakki baru," ujarnya.
Untuk periode 2026-2031, arah kebijakan BAZNAS Tulungagung mencakup penguatan transparansi dan integritas, pengembangan zakat produktif, sinergi terintegrasi, serta optimalisasi potensi zakat daerah.
Penguatan transparansi dan integritas diarahkan untuk menjamin tata kelola zakat yang akuntabel serta sesuai ketentuan syariah dan regulasi pemerintah.
Sementara pengembangan zakat produktif dilakukan melalui pendampingan usaha mikro berbasis zakat guna mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
BAZNAS juga didorong memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, dunia usaha, dan tokoh masyarakat.
Selain itu, strategi penghimpunan dana zakat diharapkan semakin inovatif dan terpercaya untuk mengoptimalkan potensi zakat di seluruh wilayah Tulungagung.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
BAZNAS diharapkan aktif membangun kemitraan dengan Kementerian Agama, lembaga pendidikan, dunia usaha, pengurus masjid, hingga ulama untuk mengoptimalkan potensi zakat daerah.
Mengakhiri sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan selamat bertugas kepada jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026-2031 yang baru dilantik.
Ia berharap para pimpinan dapat menjalankan amanah dengan kekuatan, keistiqamahan, dan petunjuk dari Allah SWT sehingga manfaat keberadaan BAZNAS semakin dirasakan masyarakat Tulungagung.(*)