KETIK, SITUBONDO – Melalui KKN Kolaboratif II Tahun 2026 ini, diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang mampu mempercepat pembangunan desa, memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi Desa Naik Kelas yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Situbondo, Selasa, 14 Juli 2026.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2026 yang diikuti sebanyak 947 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri dan swasta ini resmi dilepas oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Perguruan Tinggi yang melaksanakan KKN meliputi Universitas Jember (UNEJ), Universitas dr. Soebandi, Universitas Islam Jember (UIJ), Poltekkes Kemenkes Jember, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Politeknik Negeri Jember (Polije), Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR), Universitas Abdulrachman Saleh (UNARS) Situbondo, STKIP PGRI Situbondo, dan STIA Pembangunan.
"KKN Kolaboratif Tahun 2026 akan berlangsung selama 35 hari, mereka akan mengabdikan diri di 77 desa yang tersebar di 17 kecamatan, Kabupaten Situbondo," kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Dalam arahannya, Bupati Situbondo mengajak Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa Memfasilitasi Mahasiswa KKN.
Baca Juga:
Bupati Situbondo Lantik 3 Kepala Desa Hasil Pilkades PAW, Ini Pesannya"Secara khusus saya meminta para Camat dan Kepala Desa untuk memfasilitasi dan membantu mahasiswa KKN dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan," ajak Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, mahasiswa yang berasal dari 10 universitas berbeda tersebut harus didukung.
"Kepada Camat dan Kades tidak boleh ada permintaan mahasiswa yang ditolak atau dipersulit. Sebagai bentuk dukungan penuh, saya memastikan bahwa mahasiswa KKN di Situbondo berada di bawah naungan, perlindungan, dan pengayoman Pemerintah Kabupaten Situbondo," jelas Mas Rio.
Mahasiswa KKN, kata Mas Rio, juga diperbolehkan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di desa, seperti mobil siaga atau ambulans jika diperlukan.
Baca Juga:
Bupati Situbondo dengan 12 Penanam Modal Asing Gelar Forum Silaturahmi"Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi para mahasiswa maupun masyarakat desa setempat," tutur Mas Rio.
Apabila mahasiswa KKN terdapat kendala yang signifikan, baik positif maupun negatif, lanjut Bupati Situbondo, ia meminta agar mahasiswa untuk segera melapor melalui saluran komunikasi resmi yang tersedia, termasuk melalui akun media sosial pribadi milik bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyarankan agar mahasiswa fokus pada kegiatan yang terarah dan efektif, sehingga tujuan dari KKN di setiap desa dapat tercapai dengan baik.
"Mahasiswa KKN harus fokus pada tujuan utama KKN," pungkas Mas Rio. (*)