KETIK, SITUBONDO – Festival layangan yang digelar di Kampung Kerbau, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, tak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Acara ini sukses menyedot perhatian peserta yang hadir dari Manado, Palu, Bali, Lombok, Pekalongan, Jakarta, Banten, Bandung dan daerah lain di Indonesia.
“Jumlah seluruh peserta yang mengikuti ketangkasan layangan ini sebanyak 576. Selebihnya dari Kabupaten Situbondo,” kata Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Selain menjadi sarana promosi bagi daerah yang sedang berkembang agar lebih dikenal publik, kegiatan ini terbukti menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif lokal yang selama ini kurang dilirik.
"Layangan ini menghidupkan industri ekonomi kreatif dan UMKM. Bahkan, kawan-kawan dari Bandung itu gelasannya sampai diekspor ke Paraguay, Cili, dan Pakistan. Layangan di Indonesia ini rata-rata juga diproduksi dari Jawa Timur, seperti Situbondo dan Pasuruan," ujar Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Baca Juga:
Respon Cepat! Bupati Situbondo Siap Tanggung Biaya Perbaikan RumahIa menambahkan bahwa ajang ini memadukan berbagai potensi sekaligus, mulai dari promosi daerah, sport tourism, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
“Melihat dampak positif yang dihasilkan dari kegiatan ini, rencananya akan dijadikan event rutin tahunan di Kabupaten Situbondo,” jelas Mas Rio.
Dalam ajang ini, jelas Mas Rio, terdapat dua kategori yang dilombakan, yaitu tarik ulur (tradisional) dan freestyle (modern).
“Kategori freestyle sendiri merupakan standar yang kerap dipertandingkan dalam kejuaraan layangan tingkat internasional, seperti di Prancis,” ujar Bupati Situbondo.
Baca Juga:
Bupati Situbondo Beri Bonus Eka Candra Apriyanto, Atlet Woodball Peraih Medali Emas World Cup di MalaysiaBermainan layangan bukan sekadar permainan biasa, tapi dalam permainan layangan ini membutuhkan teknik khusus dan pemahaman ilmu fisika yang matang.
“Jenis benang, serta perhitungan angin menjadi faktor penentu kemenangan yang membutuhkan latihan konsisten,” pungkasnya. (*)