KETIK, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai menjajaki peluang kerja sama dengan mitra teknologi dari Spanyol dalam upaya mencari solusi pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan yang lebih terintegrasi.

Penjajakan tersebut dilakukan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama jajaran 7WR ENVIRO, Spanyol, dan iCrema Global Kreasi, Indonesia, dalam pertemuan di Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan itu membahas berbagai persoalan yang dihadapi Kabupaten Lebak dalam pengelolaan sampah, mulai dari tantangan sistem pengelolaan hingga peluang penerapan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Hasbi mengatakan, persoalan sampah membutuhkan penanganan yang dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berorientasi pada tahap akhir pembuangan.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan pengelolaan sampah sekaligus melihat peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hasbi.

Baca Juga:
DPRD Lebak Dorong Penegakan Sanksi bagi Pelanggar Hak Ulayat Masyarakat Baduy

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dilihat sebagai sebuah sistem yang saling terhubung, mulai dari sampah dihasilkan, pemilahan, pengolahan, hingga penanganan residu.

“Pengelolaan sampah perlu dibahas secara lebih terintegrasi, sehingga setiap tahapan penanganannya dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah,” ujar Hasbi.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran 7WR ENVIRO menyampaikan perspektif dan pengalaman mereka terkait teknologi serta sistem pengelolaan sampah. Pembahasan itu menjadi bagian dari proses penjajakan untuk melihat kemungkinan pendekatan teknologi yang dapat diterapkan di Kabupaten Lebak.

Hasbi menegaskan, penjajakan kerja sama tersebut masih berada pada tahap pembahasan. Karena itu, setiap teknologi maupun konsep pengelolaan yang ditawarkan perlu dikaji terlebih dahulu agar sesuai dengan karakteristik daerah.

Baca Juga:
Perubahan APBD 2026: DBH Lebak Tetap Rp41,1 Miliar, 2027 Diproyeksi Turun

“Kami melihat berbagai peluang yang ada dan tentu perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan Kabupaten Lebak,” katanya.

Pemkab Lebak berharap komunikasi dengan mitra dari Spanyol tersebut dapat membuka alternatif dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan pengelolaan lingkungan di daerah.

Menurut Hasbi, kerja sama multipihak diperlukan karena persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah. Keterlibatan mitra teknologi dan dunia usaha juga diperlukan untuk melihat berbagai kemungkinan solusi, termasuk dari sisi teknologi dan sistem pengelolaan.

“Melalui komunikasi dan kerja sama multipihak, diharapkan dapat ditemukan pendekatan yang tepat dan dapat diterapkan secara bertahap,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, iCrema Global Kreasi berperan sebagai mitra dari Indonesia yang menjembatani komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Lebak dengan mitra teknologi dan usaha dari Spanyol.

Hasbi berharap hasil pembahasan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kajian yang lebih konkret mengenai kebutuhan, teknologi, pembiayaan, serta kemungkinan penerapannya di Kabupaten Lebak.

“Yang paling penting adalah mencari pendekatan yang tepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Hasbi.

Pertemuan di Jakarta tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lebak membuka komunikasi dan peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mencari pendekatan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi daerah. (*)