KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mitra pemerintah daerah membangun kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan KDS saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bandung Masa Khidmat 2026–2031 di Gedung Moch. Toha, Soreang, Rabu (5/8/2026).
KDS mengapresiasi kiprah Muslimat NU yang selama ini tidak hanya aktif membina kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga mengembangkan berbagai program sosial dan ekonomi yang berdampak langsung bagi warga. Menurutnya, organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama itu telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Insya Allah kami akan terus mendukung setiap program Muslimat NU yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata KDS.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam hal itu, Muslimat NU dinilai memiliki jaringan organisasi yang kuat hingga tingkat desa sehingga mampu menjadi penggerak berbagai program pemberdayaan umat.
Baca Juga:
Kasus PT BDS dan Citra Bupati BandungSelain berkontribusi dalam dakwah dan pembinaan keluarga, KDS menilai Muslimat NU turut menjaga ketahanan sosial masyarakat melalui penguatan ukhuwah Islamiyah. Peran tersebut, menurutnya, ikut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu indikator pembangunan Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bandung Hj. Euis Komariah mengatakan kepengurusan periode 2026–2031 akan memfokuskan penguatan tata kelola organisasi sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Seluruh SK kepengurusan Muslimat NU tingkat kecamatan telah diterbitkan sebagai dasar memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke bawah.
"Kami ingin membangun organisasi yang semakin tertib, disiplin, dan seluruh programnya terkoordinasi dengan baik mulai dari tingkat cabang sampai anak cabang," ujarnya.
Ia mengungkapkan gerakan kencleng Muslimat NU Kabupaten Bandung telah berhasil menghimpun dana sekitar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli lahan senilai sekitar Rp800 juta, membangun fasilitas pelayanan lansia senilai lebih dari Rp350 juta, serta memperkuat pengembangan Koperasi Khidmat Muslimat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi anggota.
Baca Juga:
Tekan Angka Putus Sekolah, Pemkab Brebes Validasi 490 Anak dalam Program GKB"Kami berharap Muslimat NU menjadi salah satu solusi dalam pemberdayaan ekonomi umat serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.(*)