KETIK, SLEMAN – Kabupaten Sleman terus berkomitmen menelurkan atlet-atlet muda berbakat dari berbagai cabang olahraga, tidak terkecuali adu jotos di atas ring. Berlokasi di sasana tinju
Dumas Boxing Camp, Bupati Sleman Harda Kiswaya resmi membuka Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tinju Antar-Pelajar dan Sasana se-Kabupaten Sleman.
Hadir didampingi oleh Ketua Penyelenggara Heru Sulistyo, orang nomor satu di Bumi Sembada tersebut secara simbolis membuka kompetisi dengan memukul lonceng ring tinju, menandai dimulainya perburuan gelar bagi para petinju muda Sleman.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kabupaten Sleman. Bupati Harda secara khusus menyapa dan berterima kasih kepada tokoh-tokoh yang pasang badan demi kemajuan olahraga ini di tingkat lokal.
"Yang saya hormati Mas Surana, beliau Ketua Pertina sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Partai NasDem. Dan beliau ketuanya NasDem Sleman. Terima kasih telah bersedia menjadi pembina Pertina Sleman," ucap Harda Kiswaya dalam sambutan pembukaannya, Senin, 1 Juni 2026
Sesaat sebelum memukul lonceng tanda dimulainya acara, Bupati Sleman Harda Kiswaya kembali menegaskan peresmian agenda tahunan ini.
"Kejuaraan Kabupaten Tinju tahun 2026 di bulan Juni ini, saya nyatakan dibuka," tegas Bupati Harda yang langsung disusul ketukan lonceng ring sebanyak tiga kali dan gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.
Melibatkan 48 Atlet dan 24 Partai Pertandingan
Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara Kejurkab Tinju Sleman 2026, Heru Sulistyo menyampaikan bahwa animo peserta pada gelaran tahun ini terbilang cukup tinggi. Ajang bergengsi ini diikuti oleh perwakilan dari 3 sekolah dan 7 sasana yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.
"Total ada 48 atlet yang siap berlaga. Mereka akan terbagi ke dalam 24 partai pertandingan yang sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas," ujar Heru Sulistyo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sleman.
Heru menambahkan, para atlet yang bertanding merupakan representasi dari potensi lokal yang melimpah di Bumi Sembada. Kejurkab ini dirancang sebagai wadah pembinaan yang berkesinambungan agar para petinju muda tidak kehilangan panggung untuk mengasah jam terbang mereka.
Baca Juga:
Tok! Pemkab Sleman Terbitkan SE Aturan Takbiran hingga Salat Iduladha 1447 HUsung Tema Karakter, Dorong Prestasi Internasional
Gelaran Kejurkab Tinju Sleman tahun ini mengusung tema yang sarat makna: "Menjunjung Tinggi Sportivitas, Lahirkan Petinju Tangguh dan Berprestasi". Menurut Heru Sulistyo, esensi dari olahraga tinju amatir bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan penempaan mental generasi muda.
"Melalui ring ini, kita tidak hanya mencari siapa yang terkuat atau siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kita ingin membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, bermental baja, dan memiliki rasa persaudaraan yang tinggi," tegas Heru.
Ia juga mengingatkan para atlet agar selalu mengutamakan kehormatan di atas segalanya.
"Kalah dan menang di dalam ring adalah hal yang biasa, namun menjaga sportivitas dan kehormatan seorang atlet adalah yang utama," imbuhnya.
Apresiasi untuk Sinergi Pemerintah dan Sponsor
Keberhasilan menggelar ajang olahraga tingkat kabupaten ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Di akhir sambutannya, Heru Sulistyo menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang tercipta demi memajukan olahraga baku hantam di Sleman.
"Pada kesempatan ini, saya mewakili seluruh panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, KONI Kabupaten Sleman, serta para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara ini," pungkasnya.
Dengan dimulainya Kejurkab ini, Pemerintah Kabupaten Sleman dan pengurus cabang olahraga berharap dapat menjaring bibit-bibit petinju potensial. Harapannya, para juara dari ring ini nantinya siap melangkah lebih jauh untuk mengharumkan nama Kabupaten Sleman di kancah regional, nasional, bahkan hingga level internasional. (*)