KETIK, HALMAHERA SELATAN – Desa Dauri di Pulau Makian kembali menjadi titik pertemuan sejarah Kesultanan Bacan, tradisi masyarakat dan kehidupan Islam lokal. Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Syah dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin hadir di desa itu, Rabu 19 Agustus 2026, untuk meresmikan Masjid A Sultaan Sayyid Husain Muhammad.
Kehadiran ketiganya disambut hangat sejak rombongan tiba di Pelabuhan Dauri. Tarian Togal mengiringi penyambutan, menghadirkan corak adat Makian dalam momentum keagamaan yang juga mengingatkan warga pada jejak panjang kampung mereka.
Bagi warga setempat, Togal menjadi bagian dari cara masyarakat menghormati tamu. Tarian yang diwariskan antargenerasi itu sekaligus mencerminkan tata cara orang Makian menyambut mereka yang datang ke tanahnya.
Bassam datang bersama jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Kunjungan tersebut turut membuka kesempatan bagi pemerintah daerah bertemu langsung dengan warga dan mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di Dauri.
Rombongan diterima Camat Makian, Camat Makian Barat, unsur pemerintahan kecamatan, pelaksana unit teknis hingga Kapolsek Pulau Makian. Warga dari Dauri maupun sejumlah desa sekitar turut memenuhi lokasi, membuat suasana berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan.
Baca Juga:
Cuma Laporan Rencana Induk, Ali Dano Hasan Bikin DPRD Halsel Menunggu SetahunDi balik bangunan yang kini bernama A Sultaan Sayyid Husain Muhammad, tersimpan riwayat panjang rumah ibadah yang tumbuh bersama kehidupan warga setempat.
Berdasarkan cerita yang diwariskan para tetua kampung, masjid tersebut pada mulanya belum mempunyai nama khusus. Seiring waktu, warga kemudian mengenalnya sebagai Masjid Al-Mujahidin. Pada 2000, bangunannya direhabilitasi agar tetap dapat digunakan sebagai pusat peribadatan.
Ingatan lokal juga mencatat fase lain. Saat Sultan berkunjung pada 2023, muncul penyebutan Masjid Sultan Said Al-Bakir. Nama tersebut kemudian menjadi bagian dari cerita warga mengenai hubungan Dauri dengan Kesultanan Bacan.
Catatan yang lebih terdokumentasi muncul dalam Festival Marabose III pada Juni 2024. Ketik.com mencatat Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Syah mengukuhkan Masjid Al-Mujahidin Dauri Tahane sebagai Masjid Sultan Pertama Muhammad Al-Baqir dalam napak tilas Kesultanan Bacan. Prosesi itu berlangsung pada momentum ramah tamah Marabose dan turut dihadiri Bupati Bassam, perangkat adat kesultanan serta warga.
Baca Juga:
Bawaslu Halmahera Selatan Sambangi Parpol, Bahas Putusan MK dan Kuota PerempuanDalam Festival Marabose 2024, Dauri juga menjadi titik awal napak tilas Kesultanan Bacan. Dari wilayah itu, rombongan bergerak menuju Bokimiake di Kayoa Barat, Kasiruta hingga berakhir di Labuha, Pulau Bacan.
Pada kesempatan yang sama, Sultan Muhammad Irsyad menyebut Dauri Tahane sebagai salah satu titik penting dalam jejak Kesultanan Bacan. Di penghujung sambutannya, ia secara resmi mengukuhkan Masjid Tahane sebagai Masjid Sultan Pertama.
Dua tahun setelah momentum tersebut, masjid itu memasuki fase baru. Seusai pembangunan dan pembaruan, bangunan yang melewati sejumlah perubahan tersebut kini diresmikan dengan nama Masjid A Sultaan Sayyid Husain Muhammad.
Bagi Bassam, momentum itu tidak berhenti pada hadirnya bangunan baru. Ia menekankan pentingnya meneruskan nilai ibadah yang telah dirintis generasi terdahulu agar dapat dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah membangun rumah Allah. Membangun masjid adalah amal jariah yang sudah dibangun orang tua-tua kita. Saya berharap generasi kita melanjutkan untuk menjaga, memelihara dan menjadi amal jariah buat orang tua-tua kita dan kita hari ini,” ujar Bassam.
Bassam juga berharap masjid tidak hanya terpelihara secara fisik, tetapi terus dihidupkan melalui kegiatan keagamaan, pendidikan dan aktivitas sosial. Fungsi tersebut diharapkan dapat memperkuat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Al-Mujahidin dan dikukuhkan Sultan Bacan pada Festival Marabose 2024 sebagai Masjid Sultan Pertama Muhammad Al-Baqir itu kini diresmikan dengan nama A Sultaan Sayyid Husain Muhammad. Perubahan tersebut menjadi bagian dari riwayat keberadaan masjid di Desa Dauri serta keterkaitannya dengan Kesultanan Bacan dan kehidupan keagamaan warga setempat.