KETIK, ACEH BARAT DAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Bupati Abdya, Safaruddin, menargetkan penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara besar-besaran serta menyiapkan program subsidi ongkos bajak sawah untuk membantu meringankan beban petani.
Komitmen tersebut disampaikan Safaruddin saat memimpin langsung kegiatan Tanam Perdana Padi Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026 di hamparan sawah Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (8/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Safaruddin mengungkapkan bahwa Abdya menjadi salah satu daerah yang paling aktif dan berhasil memperoleh bantuan alsintan dari pemerintah pusat berkat komunikasi intensif yang terus dibangun dengan Kementerian Pertanian.
“Melalui lobi-lobi kecil dengan Pak Menteri, kita terus mengupayakan bantuan tambahan alat dan mesin pertanian untuk petani Abdya,” ujar Safaruddin.
Ia bahkan memasang target ambisius selama masa kepemimpinannya untuk memperkuat mekanisasi pertanian di daerah tersebut.
Baca Juga:
Amazing! Investasi Nagan Raya Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026“Target saya, dalam satu periode pemerintahan ini, Abdya harus memiliki 30 unit combine harvester dan 30 unit traktor roda empat (4WD),” tegasnya yang disambut tepuk tangan para petani.
Selain fokus pada penambahan alsintan, Safaruddin juga merespons berbagai keluhan petani terkait kebutuhan sektor pertanian. Ia menginstruksikan Dinas Pertanian agar selalu siaga dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat.
“Kadis Pertanian harus siap 24 jam mengontrol kondisi di lapangan dan berkomunikasi langsung dengan petani. Kita ingin setiap persoalan bisa cepat ditangani,” katanya.
Tak hanya itu, Safaruddin turut membawa kabar gembira bagi petani Abdya. Pemerintah daerah sedang mengkaji kemungkinan pemberian subsidi ongkos bajak sawah mulai tahun 2027.
Baca Juga:
Jamaluddin Idham Mulai Salurkan Bantuan Alsintan, dari Combine Harvester hingga Traktor“Jika ketersediaan lahan mencukupi dan kondisi keuangan daerah memungkinkan, maka tahun depan kita akan mencoba mensubsidi biaya bajak sawah untuk meringankan beban para petani,” ungkapnya.
Menurut Safaruddin, sektor pertanian Abdya memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Berdasarkan data yang mengacu pada kebijakan pemerintah pusat, produktivitas padi Abdya saat ini mencapai angka 7.200, yang menunjukkan performa sangat baik dibandingkan banyak daerah lainnya.
Untuk menjaga agar nilai ekonomi hasil pertanian tetap dinikmati masyarakat lokal, Pemkab Abdya juga tengah mencari formulasi terbaik untuk menghidupkan kembali Rice Milling Unit (RMU) di Kecamatan Tangan-Tangan.
“Prinsipnya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada beras dari luar daerah dengan harga yang tinggi. Saat ini kita juga sedang mempercepat pembentukan BUMD agar harga beras di Abdya dapat lebih stabil dan menguntungkan masyarakat,” jelasnya.
Safaruddin mengajak seluruh petani menghadapi musim tanam dengan optimisme dan semangat kebersamaan.
“Tahun ini tidak perlu muluk-muluk, cukup mempertahankan apa yang sudah kita perjuangkan bersama. Yang penting kita terus bekerja dan berdoa agar hasil panen semakin baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap bersemangat mengolah lahan meski menghadapi berbagai tantangan.
Ia menyebutkan sekitar 80 persen lahan pertanian di Abdya saat ini telah siap tanam.
“Ini angka yang luar biasa. Kita menghadapi keterbatasan alsintan, kendala irigasi, hingga ancaman kemarau panjang. Namun para petani tetap bekerja keras sehingga musim tanam tahun ini dapat berjalan dengan baik,” kata Hendri.
Hendri juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Abdya memperoleh bantuan alsintan dari APBN berupa 10 unit hand tractor, traktor roda empat (4WD), dan combine harvester. Menurutnya, bantuan tersebut tidak terlepas dari perjuangan Bupati Safaruddin yang terus memperjuangkan kebutuhan petani hingga ke tingkat pusat.
Apresiasi serupa disampaikan perwakilan Swasembada Pangan Aceh, Syawal Hasibuan. Ia menilai pelaksanaan tanam perdana tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Abdya dalam mendorong peningkatan produksi pangan.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan koordinasi yang baik antara petani dan Dinas Pertanian, Syawal optimistis capaian Luas Tambah Tanam (LTT) tahun ini akan melampaui hasil tahun-tahun sebelumnya.
“Saya yakin, jika tahun lalu hasilnya sudah baik, maka dengan dukungan penuh dari Bupati Safaruddin, produksi dan hasil panen tahun ini akan jauh lebih baik lagi,” pungkas Syawal. (*)