KETIK, MALANG – Bekerja tak lagi harus selalu dilakukan dari kantor atau rumah. Dalam beberapa tahun terakhir, tren work from cafe (WFC) semakin melekat dalam gaya hidup masyarakat, terutama mahasiswa, freelancer, pekerja kreatif, hingga pelaku usaha.
Suasana coffee shop yang nyaman, ditemani secangkir kopi dan akses internet yang memadai, menjadi pilihan banyak orang untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus mencari suasana baru yang lebih produktif.
Melihat perubahan pola kerja tersebut, banyak coffee shop di Malang mulai beradaptasi dengan menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan para pekerja. Mulai dari koneksi WiFi yang stabil, colokan listrik di berbagai sudut, meja kerja yang nyaman, hingga area yang kondusif untuk rapat daring maupun diskusi. Kini, coffee shop tak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga berkembang sebagai ruang produktif bagi masyarakat dengan sistem kerja yang fleksibel.
Tren tersebut turut melahirkan komunitas yang mewadahi para pekerja jarak jauh untuk berkumpul dan bekerja bersama. Salah satunya Malang Remote Club, yang rutin menggelar sesi work from cafe di berbagai coffee shop di Kota Malang. Dalam setiap pertemuan, jumlah peserta dibatasi sekitar 10 hingga 20 orang melalui sistem undangan agar suasana tetap kondusif untuk bekerja, berdiskusi, maupun memperluas jejaring profesional.
Salah satu peserta, Founder Keminggris sekaligus remote worker asal Malang, Yudis, menilai kehadiran Malang Remote Club menjadi wadah yang positif bagi para pekerja dengan latar belakang profesi yang beragam. Menurutnya, komunitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja jarak jauh, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerja dalam suasana yang produktif.
Baca Juga:
Yoemi Cafe & Resto, Tempat Hangout Nyaman Ala Rumah Sendiri"Anggotanya beragam. Ada guru, staf supply chain management, lead marketing di bidang F&B, akuntan, hingga freelancer. Komunitas ini lebih inklusif sehingga siapa pun bisa saling belajar dan membangun koneksi," ujarnya.
Dengan semakin banyaknya coffee shop yang ramah untuk bekerja serta tumbuhnya komunitas seperti Malang Remote Club, Malang kian menunjukkan diri sebagai kota yang mendukung ekosistem kerja fleksibel. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perubahan gaya bekerja masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat berkembang menjadi tempat bertemunya produktivitas, kolaborasi, dan jejaring profesional.