KETIK, TULUNGAGUNG – Kemajuan pembangunan infrastruktur sejatinya harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia. Hal inilah yang tengah dibuktikan oleh masyarakat Dusun Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.

Dahulu, Dusun Ngelo bagaikan kawasan yang terisolasi akibat akses jalan yang berlumpur dan jembatan yang terputus. Namun, kehadiran Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pantai Sine mengubah segalanya.

Tak hanya menggerakkan roda perekonomian dan mempermudah pemasaran hasil bumi, terbukanya akses tersebut juga memicu lahirnya sebuah mercusuar pendidikan baru, yakni MI Tahfidz Ngelo.

Tepat pada Kamis, 25 Juni 2026, yang bertepatan dengan Hari Asyura, warga menggelar tasyakuran atas berdirinya sekolah tersebut.

Momentum spiritual tersebut diisi dengan istigasah bersama dan penyaluran santunan kepada 37 anak yatim di bawah embusan angin pantai selatan yang sejuk.

Baca Juga:
Kota Mojokerto Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional, Peserta PKN LAN RI Belajar Best Practice UMKM

Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, KH Imam Mawardi Ridlwan, turut hadir membersamai warga. Ia menegaskan bahwa madrasah tersebut didirikan tanpa memungut biaya sepeser pun.

"Tugas kita adalah mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. MI Tahfidz Ngelo adalah bagian dari ikhtiar tersebut," tutur sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Timur tersebut.

Sekolah ini berkomitmen menghapus sekat sosial. Seluruh fasilitas, mulai dari biaya pendidikan hingga seragam lengkap, diberikan secara gratis agar anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk memperdalam ilmu agama berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.

Abah Imam, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa berdirinya sekolah ini merupakan buah manis dari kerukunan dan semangat gotong royong warga Ngelo, bukan hasil kerja satu individu.

Baca Juga:
Tradisi Tahunan Sambut Muharam, Pemdes Mejasem Pekalongan Kembali Santuni 13 Anak Yatim

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Jengglungharjo atas dukungannya, serta kepada Ibu Erita Dewi, donatur asal Kota Kediri, yang memberikan bantuan unik berupa cempe atau anak kambing kepada para siswa.

"Terima kasih kepada Ibu Erita Dewi yang telah memberikan modal berupa anak kambing kepada murid MI Tahfidz Ngelo. Ini merupakan bekal awal agar mereka belajar menjadi pengusaha sejak dini. Semoga anak-anak berkenan merawatnya dengan baik," pungkas Abah Imam.