Budiman Bongkar Dosa Lama PT Poleko Yubarsons: Lahan Habis, Ganti Rugi Nol

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Mursal Bahtiar

21 Feb 2026 19:13

Thumbnail Budiman Bongkar Dosa Lama PT Poleko Yubarsons: Lahan Habis, Ganti Rugi Nol
Budiman saat protes ganti rugi warga ke Pihak PT Poleko dan diamankan petugas (Foto: Tangkap Layar Riman/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Konsultasi publik yang digelar PT Poleko Yubasons pada Sabtu, 21 Februari 2026, berubah menjadi forum penuh ketegangan setelah tokoh pemuda Obi, Budiman Safi, meluapkan kekecewaannya secara terbuka di hadapan pihak perusahaan dan warga.

Dalam forum tersebut, Budiman menyampaikan protes keras terkait dugaan kebohongan perusahaan terhadap warga yang hingga kini belum mendapat keadilan.

“Saya bicara bukan untuk diri saya sendiri. Saya bicara untuk seluruh warga Obi yang selama ini dibohongi,” tegas Budiman.

Menurutnya, perusahaan datang membawa agenda administrasi, sementara kerugian masyarakat dibiarkan tanpa penyelesaian.

Baca Juga:
Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

“Mereka datang bicara dokumen, bicara izin, bicara prosedur. Tapi kerugian kami belum diganti. Itu fakta,” ujarnya.

Budiman mengungkapkan bahwa warga masih menyimpan trauma akibat banjir besar tahun 2016 yang merusak sejumlah desa di Kecamatan Obi.

Ia menilai banjir tersebut terjadi akibat aktivitas penebangan hutan dan pembukaan lahan oleh perusahaan.

“Tahun 2016 banjir besar datang. Rumah rusak, kebun hancur, lahan keluarga kami habis. Itu bukan bencana biasa. Itu akibat hutan ditebang,” katanya.

Baca Juga:
Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

Ia menegaskan bahwa kerugian warga saat itu sangat besar dan belum pernah diganti hingga sekarang.

“Tanaman kami luluh lantak. Lahan kami lenyap. Sampai hari ini, satu rupiah pun belum kami terima,” ucap Budiman.

Ia menyebut perusahaan hanya pandai berbicara, namun minim tindakan.

“Yang kami lihat hanya rapat, hanya acara, hanya pencitraan. Tapi penderitaan warga tidak pernah diurus,” lanjutnya.

Protes keras yang disampaikan Budiman sempat memicu ketegangan di dalam ruangan. Suasana forum pada Sabtu siang itu nyaris berujung ricuh setelah sejumlah warga ikut menyuarakan kekecewaan.

Budiman yang terus menyampaikan protes dengan nada tinggi sempat dikerumuni peserta forum. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah pihak keamanan turun tangan dan mengamankan Budiman dari pusat kerumunan. Meski diamankan, Budiman tetap melanjutkan pernyataannya.

“Saya tidak takut. Saya hanya menyampaikan kebenaran. Ini suara warga yang selama ini ditahan,” ujarnya.

Budiman menilai konsultasi publik yang digelar PT Poleko hanya bersifat formalitas tanpa keberpihakan kepada masyarakat. Ia mempertanyakan moral perusahaan yang membahas administrasi sebelum menyelesaikan masalah lama.

“Kerusakan sudah jelas di mata warga. Kenapa sekarang malah sibuk urus kertas? Ini tidak masuk akal,” katanya.

“Kalau kerugian belum diganti, buat apa bicara izin baru?” tambahnya.

Budiman juga menyampaikan peringatan agar perusahaan tidak terus mengabaikan penderitaan masyarakat. Ia menilai kemarahan warga bisa berubah menjadi konflik terbuka jika tidak segera diselesaikan.

“Kami minta ganti rugi dulu. Jangan tunggu warga yang dirugikan mengamuk,” ujarnya.

“Kesabaran masyarakat ada batasnya,” lanjutnya.

Budiman menegaskan bahwa warga Obi tidak menolak pembangunan, tetapi menuntut keadilan dan tanggung jawab.

“Kami bukan anti investasi. Kami hanya mau hak kami dikembalikan,” katanya.

“Jangan karena ingin keuntungan, lalu kami dikorbankan,” sambungnya.

Ia meminta PT Poleko segera membuka data kerusakan, menyelesaikan kompensasi, dan menghentikan aktivitas sebelum ada kejelasan.

“Kalau mereka serius, bayar dulu kerugian warga. Baru bicara rencana ke depan,” tegas Budiman.

“Kalau tidak, konflik ini tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

Baca Selanjutnya

Lima WNA Asal Bangladesh Disekap dan Disandera di Buleleng

Tags:

Budiman Safi PT Poleko Yubarsons Ganti Rugi Banjir 2016 Kecamatan Obi Halmahera Selatan Maluku Utara

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar