Brida Surabaya Dapat Kucuran Rp45 Miliar, Aning Rahmawati Pertanyakan Efektivitas Anggaran

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

23 Okt 2025 14:53

Thumbnail Brida Surabaya Dapat Kucuran Rp45 Miliar, Aning Rahmawati Pertanyakan Efektivitas Anggaran
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya yang baru akan beroperasi pada 2026 langsung menyedot perhatian dewan.

Bukan tanpa alasan, lembaga anyar hasil pemisahan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan itu digelontor anggaran jumbo mencapai Rp45 miliar.

Angka fantastis itu justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan legislator. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menilai komposisi anggaran Brida tak seimbang dan belum menunjukkan arah manfaat nyata bagi publik.

“Brida ini luar biasa ya, badan baru di tahun 2026 dengan anggaran Rp45 miliar. Dan 45 miliar ini anggaran terbesar ada di gaji PKW jumlah Rp32 miliar. Anggaran untuk pemerintahan hanya Rp2,6 miliar,” kata Aning dalam rapat pembahasan APBD 2026, Kamis 23 Oktober 2025.

Menurutnya, dengan mayoritas dana terserap untuk belanja pegawai, efektivitas dan outcome Brida layak dipertanyakan.

“Artinya kita masih mempertanyakan, seberapa efektif Brida ini untuk menyerap anggaran dan memberikan kemanfaatan yang besar kepada masyarakat. Kita masih minta remedi ya mereka, Brida maupun BDL,” lanjutnya

Lebih jauh, Aning menyoroti bahwa formasi aparatur Brida masih belum jelas, bahkan beberapa posisi fungsional masih kosong.

“Dari sekian banyak yang disampaikan, mulai dari ASN kemudian fungsional itu masih kosong. Masih kosong tapi sudah dianggarkan. Nah ini yang menjadi tanda tanya buat kita,” ujar Politisi PKS ini.

Selain persoalan struktur dan efektivitas, Aning juga menyinggung pengelolaan Kebun Raya Mangrove, yang kini dialihkan ke Brida. Ia menilai belum ada paparan jelas mengenai seberapa besar proyek tersebut bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

“Seberapa besar Kebun Raya Mangrove itu nantinya mampu memberikan multifungsi efek bagi masyarakat kota Surabaya dengan anggaran yang sedemikian besar. Itu yang kita masih minta, mereka belum bisa memberikan jawaban secara jelas,” tegasnya.

Padahal, lanjut Aning, Brida sejatinya merupakan amanat pemerintah pusat untuk memperkuat riset dan inovasi di daerah.

Namun, jika sejak awal anggarannya membengkak tanpa arah yang jelas, publik berhak khawatir soal efektivitas dan efisiensi lembaga tersebut.

“Dulu anggarannya kecil, hanya sekitar Rp4 miliar. Sekarang naik jadi Rp45 miliar karena di dalam Brida itu ada mangrove. Tapi dengan anggaran sebesar itu, outputnya hanya satu program dengan dua kegiatan. Ini yang membuat kita bertanya-tanya,” tandasnya.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Aning berharap, Brida dapat segera memberikan penjelasan rinci soal penggunaan anggaran, termasuk rencana rekrutmen tenaga ahli dari kalangan akademisi.

“Kalau fungsional direncanakan dari akademisi, jadi makanya kita minta kriteriannya seperti apa, fungsinya apa, apakah betul-betul memberikan kemanfaatan, dan korelasinya dengan kebutuhan Brida,” tukasnya.(*)

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

BSN dan Kemenkes Wujudkan Rumah Sakit Pintar Lewat SNI Smart Hospital, Pelayanan Kesehatan Makin Modern!

Baca Selanjutnya

Gelaran Dzikir dan Sholawat bersama Gus Iqdam, Gubernur Khofifah: Ayo Nyawiji Tumuwuh Mulyo untuk Jatim

Tags:

Aning Rahmawati Komisi C DPRD Surabaya Brida Surabaya mangrove Surabaya Pemkot Surabaya surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar