KETIK, MALANG – Prakirawan Cuaca BMKG, Masayu F, memprakirakan siklon tropis Haishen masih berada di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dan persisten masih berada pada kategori 1. 

Sistem tersebut membentuk darah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua dan sekitar pusat sirkulasi.

Daerah konvergensi lainnya diprakirakan terbentuk memanjang di Aceh, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Pesisir Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan.

Masayu menjelaskan dari kondisi tersebut dapat memberikan dampak signifikan untuk cuaca hari ini.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," jelas Masayu di tayangan terbaru kanal YouTube resmi BMKG, 15 Juli 2026.

Baca Juga:
BMKG Prediksi Fenomena El Nino Bertahan Hingga 2027, Masyarakat Dimintai Siaga

Di wilayah barat Indonesia, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan sedang di Tanjung Selor.

Selain Tanjung Selor, wilayah yang diprediksi adanya potensi hujan ringan di Medan dan Padang.

Sementara, wilayah dengan cuaca berawan hingga berawan tebal berpotensi di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Serang, Jakarta Bandung Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.

Lalu potensi udara kabur terdapat di Bandar Lampung dan Surabaya.

Baca Juga:
Top 5 Wilayah Terdingin di Jawa Timur, Bromo Sentuh 3,8 Derajat Celsius pada 14 Juli 2026

BMKG memprediksi prakiraan cuaca di wilayah timur Indonesia. Beberapa wilayah terdapat potensi hujan ringan di Mamuju, Nabire, dan Jayapura.

BMKG memprakirakan adanya potensi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke. 

Sebagian yang lain seperti wilayah Jayawijaya berpotensi asap atau kabut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca terbaru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan genangan air, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. (*)