KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas beragam pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik, daerah konvergensi, dan konfluensi yang terpantau di beberapa wilayah.

Prakirawan BMKG, Adelia, mengatakan sirkulasi siklonik terpantau berada di Samudra Hindia barat Bengkulu yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Hindia barat Sumatra Barat, Bengkulu, serta di sekitar pusat sirkulasi tersebut.

Selain itu, daerah konvergensi juga terpantau terbentuk di Laut Andaman hingga Samudra Hindia barat Aceh, sedangkan daerah konfluensi berada di Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," ujar Adelia dalam prakiraan cuaca BMKG.

Baca Juga:
BMKG: Bibit Siklon 94W Melemah, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah 5 Agustus 2026

Wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Padang. 

Sementara hujan ringan diprakirakan mengguyur Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, dan Tanjung Selor.

Adapun cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin.

Sementara Palembang berpotensi mengalami udara kabur.

Baca Juga:
Bibit Siklon Tropis 94W Berpeluang Rendah Jadi Siklon, BMKG Imbau Waspadai Gelombang Laut

Di wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Mamuju.

Hujan ringan diprakirakan mengguyur Jayapura dan Jayawijaya.

Sementara itu, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Merauke. 

Adapun Mataram diprakirakan mengalami kondisi udara kabur.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.(*)