BKH PGRI Desak Pemerintah Percepat Pengangkatan Guru Honorer

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Rudi

5 Jan 2023 04:01

Thumbnail BKH PGRI Desak Pemerintah Percepat Pengangkatan Guru Honorer
Eko Wibowo, tokoh muda pendidikan Riau

KETIK, JAKARTA – Badan Khusus Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (BKH PGRI) mendesak pemerintah mempercepat pengangkatan PPPK dari honorer.

Guru honorer dan tenaga kependidikan (tendik) jangan dipersulit dan sudah waktunya diangkat karena mereka itulah pendidik anak bangsa.

Pemerintah daerah dan pusat seharusnya bergerak cepat untuk mengusulkan pengangkatan ASN PPPK 2023.

"Segera usulkan guru honorer dan tendik yang datanya valid serta aktif. Usulannya sudah harus masuk pada Januari sampai Maret," kata Eko Wibowo, wakil ketua PGRI Riau ini di Jakarta kemarin

Baca Juga:
Melalui Proteg, Guru Honorer Tak Sekadar Mengajar, tetapi Juga Berwirausaha

Pemerintah pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas harus membuat kebijakan arif dan bijaksana untuk pengangkatan ASN PPPK 2023. Jangan malah mempersulit honorer.

Prinsipnya, tegas Eko Wibowo, BKH PGRI Riau ingin pemerintah segera menyelesaikan pengangkatan honorer.

Menurut dia, cukup dengan pendataan administrasi. Tidak perlu tes yang menghabiskan anggaran.

"Lebih baik untuk menyelesaikan honorer jalur pendataan administrasi," ujar tokoh pendidikan Riau yang gentol menyuarakan nasib seluruh guru honorer khususnya di Riau.

Baca Juga:
Peringatan HGN 2025 Tingkat Pemalang, Kemendkdasmen Beri Beasiswa S1 Bagi 12.500 Guru

Dia juga meminta pendataan non-ASN merata. Seluruh honorer harus terdata tahun 2023 agar kebijakan pemerintah bisa dirasakan semuanya.

Eko Wibowo mengatakan penghapusan honorer 28 November 2023 harus dikaji ulang. Jika honorer diberhentikan akan menjadi persoalan pemerintah lagi, karena terjadi pengangguran massal.

Ini sangat disayangkan karena kebijakan penghapusan membuat resah seluruh honorer. Sebaiknya pemerintah pusat mengangkat semua guru honorer dan tenaga kependidikan menjadi PPPK.

Sebab, akan terjadi gelombang pensiun guru PNS besar-besaran tahun 2023 dan 2024.

"Ini harus jadi perhatian pemerintah pusat dan daerah mengantisipasi kekurangan guru dan tendik di sekolah," kata Eka Wibowo dengan tegas. (*)

Baca Sebelumnya

Berdampak Buruk Bagi Ginjal, Sebaiknya Hindari 3 Sayuran Ini

Baca Selanjutnya

Jokowi dan Para Menteri Ngemall di Pekanbaru, Pamer Brand Hammer!

Tags:

Guru Honorer

Berita lainnya oleh Kuncoro S.

Awas! Jangan Salah Pilih Beli Hewan Kurban Idul Adha

16 Juni 2023 11:51

Awas! Jangan Salah Pilih Beli Hewan Kurban Idul Adha

Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji

9 Juni 2023 14:35

Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji

Danau Unesa Dikembangkan untuk Wisata Surabaya Barat

6 Juni 2023 15:25

Danau Unesa Dikembangkan untuk Wisata Surabaya Barat

Museum Bung Karno di  Pandean Surabaya Jadi Tujuan Wisatawan

6 Juni 2023 02:30

Museum Bung Karno di  Pandean Surabaya Jadi Tujuan Wisatawan

JLLB Surabaya yang Mandek Diselesaikan Akhir  2023

1 Juni 2023 15:02

JLLB Surabaya yang Mandek Diselesaikan Akhir  2023

Peringatan HLN 2023, Menuju Lanjut Usia yang Mandiri dan Bahagia

29 Mei 2023 00:45

Peringatan HLN 2023, Menuju Lanjut Usia yang Mandiri dan Bahagia

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend