KETIK, JAKARTA – Bima Arya Sugiarto merupakan salah satu sosok yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah, akademisi, politik, hingga kini dipercaya sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).
Bima lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 17 Desember 1972. Ia menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah atas di Kota Bogor sebelum melanjutkan studi ke Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, pada jurusan Hubungan Internasional.
Pendidikannya berlanjut ke Australia. Bima menempuh studi Development Studies di Monash University dan melanjutkan pendidikan doktoral bidang ilmu politik di Australian National University.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Bima dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik. Ia pernah mengajar di Universitas Parahyangan dan Universitas Paramadina serta terlibat dalam sejumlah lembaga riset dan konsultan politik.
Bima juga pernah menjabat Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia dan komisaris lembaga tersebut. Ia sempat masuk ke dunia jurnalistik sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka pada 2009-2010.
Baca Juga:
Mengenal Sosok Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Periode 2025-2028Karier politik Bima mulai berkembang sejak era Reformasi. Ia menjadi salah satu deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dan kemudian aktif dalam struktur partai tersebut.
Namanya semakin dikenal publik setelah maju dalam Pilkada Kota Bogor 2013. Berpasangan dengan Usmar Hariman, Bima berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan dilantik sebagai Wali Kota Bogor pada April 2014.
Bima kemudian kembali memenangkan Pilkada Kota Bogor 2018. Pada periode keduanya, ia berpasangan dengan Dedie A. Rachim dan melanjutkan kepemimpinannya hingga 2024.
Selama dua periode memimpin Kota Bogor, Bima banyak berhadapan dengan persoalan perkotaan, mulai dari transportasi, penataan birokrasi, pengelolaan sampah hingga pelayanan publik.
Baca Juga:
Profil Sudaryono, Anak Petani yang Jadi Ujung Tombak Pelaksanaan Program MBGSetelah mengakhiri masa jabatan sebagai Wali Kota Bogor pada April 2024, Bima mendapat kepercayaan untuk masuk ke pemerintahan pusat.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bima Arya sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Merah Putih. Ia mulai menjalankan jabatan tersebut sejak 21 Oktober 2024 mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Pengalaman selama satu dekade memimpin pemerintahan kota menjadi salah satu modal Bima dalam menjalankan tugas di Kementerian Dalam Negeri.
Latar belakang akademik dan politiknya juga membuatnya memiliki pengalaman dalam membaca dinamika pemerintahan dan politik nasional.(*)