KETIK, MALANG – Berbagai elemen instansi di lingkungan Forkopimda Kota Malang menggelar doa bersama lintas sektor, dalam upaya bermunajat di tengah situasi bangsa Indonesia yang cukup dinamis.

Tak terkecuali dari unsur aparat penegak hukum seperti Polresta Malang Kota, dan agenda doa bersama tersebut digelar di Masjid Baiturrahman Balai Kota Malang pada Rabu, 21 Oktober 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan sinergi lintas sektor untuk menjaga kedamaian serta kondusivitas masyarakat. Acara itu diikuti sekitar 300 peserta, yang diisi dengan yasinan dan doa bersama.

Kehadiran berbagai elemen mencerminkan komitmen bersama dalam merawat kerukunan serta mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan doa bersama sebagai ikhtiar batin yang menyertai upaya nyata membangun daerah dan menjaga keutuhan bangsa. 

Baca Juga:
Sidoarjo Doakan Prabowo-Gibran Lancar Jalankan Pemerintahan

"Kegiatan Kota Malang Berdoa memiliki tiga tujuan utama. Yakni memohon keteduhan agar masyarakat dapat hidup damai, terhindar dari perpecahan, dan tidak mudah terprovokasi," jelasnya. 

Lewat momen doa bersama, juga menjadi kesempatan memohon keselamatan dari berbagai ancaman maupun bencana. Selain itu, juga momentum memohon keberkahan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Ini tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan. Tetapi juga mampu memperkuat semangat seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, meningkatkan solidaritas, dan mempertahankan kondusivitas Kota Malang," terangnya. 

Sementara itu, Wakapolresta Malang Kota, AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan dukungan Polri terhadap upaya memperkuat persatuan dan kerukunan serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Baca Juga:
Doa Bersama di Pendopo Pacitan, Bupati Aji: Mendoakan Bangsa Berarti Mendoakan Diri Sendiri

"Doa bersama ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kesadaran. Bahwa menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, sesuai semangat kami yakni Polisi Bersama Masyarakat," ungkapnya. 

Pihaknya juga berharap, sinergi antara pemerintah daerah, TNI - Polri, tokoh lintas agama, dan masyarakat terus terpelihara. Komunikasi yang baik serta kepedulian sangatlah penting untuk mengantisipasi potensi konflik sosial sejak dini.

"Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini, dapat menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus menanamkan nilai perdamaian dan persaudaraan," pungkasnya.(*)