KETIK, MALANG – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang menggelar Barikan Anak Nusantara ke-5 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang pada Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ajang untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif media sosial yang berpotensi mengikis jiwa kebangsaan dan toleransi.

Sekjen FKAUB, Pendeta David Tobing, menyampaikan bahwa tantangan era digital membuat anak-anak rentan terpapar konten negatif yang merusak rasa cinta tanah air. Oleh karena itu, acara bertema 'Menyemai Toleransi, Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini' ini hadir sebagai ruang edukasi pembentukan karakter.

"Kegiatan ini diikuti sekitar 350 anak dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Kami berharap, mereka bisa memiliki rasa nasionalisme sejak usia dini," jelasnya.

Barikan Anak Nusantara di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

Bukan sekadar panggung seni, Barikan Anak Nusantara mengusung konsep inklusif. Keberagaman diwujudkan melalui kehadiran anak-anak lintas agama serta para penghayat kepercayaan.

Baca Juga:
Sosialisasi Wali Maba, Rektor UIN Malang Tekankan Pembinaan Karakter dan Sanad Keilmuan

"Mereka tampil bersama dalam satu paduan suara, menyanyikan lagu-lagu nasional. Menumbuhkan semangat nasionalisme di dalam kehidupan mereka," tambahnya. 

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Anak Nusantara. Melalui ikrar ini, para peserta menegaskan komitmen untuk mencintai Pancasila dan menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut mengapresiasi konsistensi FKAUB yang menggelar kegiatan ini sebagai bentuk syukur menyambut HUT Ke-81 Republik Indonesia sekaligus melestarikan tradisi lokal.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang sudah berjalan lima kali ini. Barikan merupakan tradisi dan bentuk rasa syukur memperingati kemerdekaan Republik Indonesia, apalagi ini dilakukan antarumat beragama," ungkapnya. 

Baca Juga:
Sosok Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang yang Tak Henti Ukir Prestasi

Ia menegaskan bahwa tradisi barikan patut terus dirawat untuk mendoakan keselamatan bangsa dan merawat kerukunan warga.

"Barikan Anak Nusantara ini baru ada di Kota Malang, di kota lain tidak ada. Ini tradisi baik yang harus terus kita jaga, untuk mendoakan negara kita tetap aman dan sejahtera sekaligus menjadi kebanggan warga Kota Malang," tandasnya. (*)