KETIK, JAKARTA – Kehujanan sering dianggap sebagai penyebab flu dan sakit kepala. Anggapan tersebut membuat sebagian orang khawatir ketika rambut dan tubuh mereka basah akibat hujan. Namun, secara medis, air hujan maupun rambut basah bukan penyebab langsung seseorang terserang flu.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Widya Khairunnisa, menjelaskan bahwa orang sehat tidak perlu khawatir berlebihan ketika kehujanan.

“Secara medis, keramas saat hujan deras pada dasarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, selama setelahnya tubuh dibilas dengan air bersih dan rambut dikeringkan segera,” jelas dr. Widya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 Oktober 2026. 

 

Flu Disebabkan oleh Virus

Baca Juga:
Sering Susah Tidur, Apakah Itu Tanda Kekurangan Magnesium? Ini Penjelasan Pakar

Widya menjelaskan, flu atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Karena itu, kehujanan tidak otomatis membuat seseorang terkena infeksi tersebut.

Meski demikian, paparan suhu dingin dapat memicu respons tertentu pada tubuh. Saat menghadapi suhu rendah, pembuluh darah di kulit menyempit atau mengalami vasokonstriksi untuk mempertahankan panas tubuh.

“Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit menyempit (vasokonstriksi) untuk mempertahankan panas tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang menggigil dan tidak nyaman.”

Udara dingin juga dapat memengaruhi lapisan lendir di hidung dan saluran pernapasan, termasuk mekanisme pembersihan mukosiliar yang membantu membersihkan lendir dan kuman serta pertahanan imun lokal di hidung.

Baca Juga:
Beras Fortifikasi Itu Apa? Fakta Kandungan Vitamin dan Mineral di Dalamnya

“Udara dingin juga dapat memengaruhi mukosa (lapisan lendir) hidung dan saluran pernapasan, termasuk mekanisme pembersihan mukosiliar, yaitu sistem alami yang membersihkan lendir dan kuman, serta imunitas lokal di hidung,” urainya.

Dengan demikian, masyarakat perlu membedakan antara kehujanan dan infeksi virus. Rambut basah bukan penyebab langsung flu, meskipun paparan dingin dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memengaruhi gejala pada orang tertentu.

Selain faktor suhu, masyarakat juga perlu memperhatikan kualitas air hujan yang mengenai rambut dan kulit kepala. Paparan air hujan yang membawa debu atau polutan serta udara dingin yang berkepanjangan perlu diwaspadai, terutama oleh orang dengan asma atau gangguan saluran pernapasan. (*)