KETIK, LEBAK – Pelaksanaan pembangunan drainase di Jalan KH Atim, kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuai kritik warga.

Pasalnya, di tengah kondisi pemasangan U-Ditch yang diduga belum tertata dengan baik, pekerjaan justru sudah mengarah pada persiapan penyemenan bagian atas saluran.

Pantauan di lokasi, Jumat (30/10/2026), sejumlah U-Ditch terlihat tidak rata. Beberapa bagian bergelombang, ada yang ambles, serta ditemukan celah menganga pada sambungan antar-beton.

Kondisi itu memunculkan tanda tanya besar soal prioritas kerja. Seharusnya, sebelum disemen bagian atasnya, pelaksana memastikan dulu pemasangan di bawahnya sudah benar dan sesuai spesifikasi teknis.

Kondisi saluran U-Ditch yang telah terpasang dengan genangan air di dalamnya. Terlihat bagian sambungan antarbeton dan kondisi struktur di sekitarnya yang perlu mendapat pemeriksaan teknis lebih lanjut sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com).

Baca Juga:
Toilet Umum Alun-alun Rangkasbitung Mulai Dibuka, DLH Lebak Masih Lakukan Uji Coba

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, U-Ditch diduga dipasang tanpa semen dasar atau lantai kerja. Beton pracetak itu langsung diletakkan begitu saja.

"Yang kami lihat, U-Ditch langsung dipasang tanpa semen dasar. Akibatnya, ada yang posisinya lebih tinggi, ada yang amblas, bahkan sambungannya juga renggang. Tetapi sekarang justru terlihat persiapan untuk disemen bagian atasnya," ungkap warga tersebut.

Menurut dia, logika pekerjaannya kebalik. Yang belum beres dibiarkan, yang di atas malah mau ditutup.

"Seharusnya pemasangannya dibereskan dulu. Kalau memang harus diangkat, ya diangkat dan diperbaiki. Pastikan bagian bawahnya benar, kemudian posisi setiap U-Ditch diratakan. Jangan sampai bagian atas sudah ditutup semen, sementara pemasangan di bawahnya masih bermasalah," ujarnya.

Baca Juga:
Sambut Hari Jadi ke-197 Kabupaten Lebak, IOF Gelar Kegiatan Off-Road Kelima pada 5 November 2026

Warga khawatir, jika bagian atas dipaksakan disemen, persoalan di bawah akan tertutup dan seolah-olah pekerjaan sudah selesai.

"Jangan hanya mengejar supaya cepat selesai. Kami sebagai warga tentu berharap drainase ini benar-benar berfungsi. Kalau pengerjaannya tidak diperhatikan sejak awal, kami khawatir nantinya air tidak mengalir sebagaimana mestinya," tambahnya.

Sorotan lain ada pada sambungan U-Ditch. Sejumlah celah dibiarkan tanpa isian mortar. Padahal, kesesuaian posisi dan penyelesaian sambungan adalah kunci agar saluran pracetak berfungsi maksimal.

Ini bukan lagi soal kapan disemen, tapi soal apakah pekerjaan di bawahnya sudah layak untuk dilanjutkan. Penyemenan bagian atas tidak boleh menjadi cara untuk menutupi pemasangan yang bermasalah.

Karena itu, dinas terkait didesak turun langsung memeriksa sebelum pekerjaan atas dilanjutkan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perbaikan wajib dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Penataan Jalan Lingkungan Kelurahan Muara Ciujung Timur dengan nilai Rp 580.947.311 yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026. Dikerjakan CV Lev Inti Karsa dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender.

Dengan anggaran lebih dari setengah miliar rupiah, publik berharap pekerjaan dilakukan profesional dan mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar selesai tepat waktu.

Pembangunan drainase dari uang rakyat harus memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya terlihat selesai di permukaan, tapi menyimpan masalah di bawah.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek CV Lev Inti Karsa belum memberikan konfirmasi terkait persiapan penyemenan bagian atas U-Ditch, kondisi pemasangan saluran, serta dugaan tidak adanya semen dasar dalam pekerjaan tersebut. (*)