KETIK, TRENGGALEK – Belajar teknik penyelamatan korban tenggelam, puluhan pelajar anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Trenggalek melakukan praktik turun langsung ke Sungai Widoro dalam kegiatan Pendidikan Dasar Brigade Penolong 13.03, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kegiatan praktik water rescue tersebut digelar di Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, dengan menghadirkan instruktur dari Pos SAR Trenggalek.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan, mulai dari teknik dasar pertolongan korban tenggelam, penggunaan perahu karet, hingga cara mendayung yang aman dan kompak.

Salah satu peserta, Krisna Luki Ariyanto, mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman praktik langsung di sungai bersama instruktur berpengalaman.

“Bagaimana cara yang lebih aman, safety, caranya menolong membimbing korban. Alhamdulillah menyenangkan sekali,” ujar Krisna di lokasi kegiatan.

Baca Juga:
Bikin Kagum! 10 Penampil Sukses Memukau Hari Pertama Trenggalek Menari 5 di Hutan Kota

Pelajar asal Kecamatan Dongko itu mengatakan dirinya tertarik mengikuti Pendidikan Dasar Brigade Penolong karena ingin menambah wawasan tentang kemanusiaan dan pertolongan kepada sesama.

“Brigade Penolong ini kita banyak hal yang bisa kita pelajari. Tentunya tentang kemanusiaan dan juga saling tolong-menolong,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan bisa diterapkan saat dibutuhkan masyarakat, khususnya ketika terjadi musibah atau kecelakaan di wilayah sekitar.

“Kita lebih berkarya lagi. Bisa membantu lebih banyak orang lagi dalam brigade penolong ini,” imbuhnya.

Baca Juga:
Momentum Libur Panjang, Pengamanan Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo Diperketat

Sementara itu, Waka Humas Abdimas Kwarcab Gerakan Pramuka Trenggalek, Khoiruddin, menjelaskan peserta pelatihan berasal dari berbagai gugus depan di Trenggalek, mulai tingkat penegak, pandega hingga anggota dewasa.

“Jumlah peserta semuanya 37 orang,” jelas Khoiruddin.

Menurutnya, pelatihan tersebut penting karena Trenggalek termasuk daerah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. 

Karena itu, Brigade Penolong diharapkan mampu menjadi relawan yang membantu penanganan kebencanaan bersama BPBD maupun Pos SAR.

“Jadi sangat strategis sekali posisi Brigade Penolong ini dalam membantu kebencanaan,” ujarnya.

Selain materi water rescue, peserta juga dijadwalkan menerima pelatihan ilmu medan dari Kodim, materi pemadaman kebakaran dari Damkar, serta dasar-dasar kesehatan dari tenaga medis rumah sakit hingga Minggu, 17 Mei 2026.(*)