Begini Reaksi Bupati Sleman Kustini Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

6 Sep 2024 10:43

Thumbnail Begini Reaksi Bupati Sleman Kustini Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat berbicara di hadapan para peserta studi referensi peningkatan kinerja ibu PAUD Kabupaten Sleman ke Kota Surakarta. (Foto: Tangkapan Layar/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman tahun anggaran 2020  terus menarik perhatian masyarakat.

Seperti kita ketahui proses penyidikan perkara ini dilakukan oleh Kejari Sleman pada September tahun 2022. Kemudian naik tahap penyidikan April 2023. Namun hampir satu setengah tahun lamanya hingga saat ini tidak ada tersangkanya.
Perjalanan penanganan kasus ini diwarnai pergantian Kajari disusul dimutasi-nya Kasi Pidsus yang menangani perkara.

Tak ayal berbagai pihak menilai Kejari Sleman lambat menangani perkara ini. Tidak hanya itu, sampai sebulan lebih pasca penyerahan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan BPKP DIY belum juga ada keterangan resmi dari Kejari Sleman.

Hingga akhirnya 2 September 2024, Kajati DIY Ahelya Abustam didampingi Aspidsus Kejati DIY M Anshar Wahyuddin mengatakan hasil audit BPKP menyebutkan kerugian negara ditaksir sebesar Rp 10 miliar bahkan lebih. Angka tersebut tentunya cukup mengejutkan masyarakat.

Saat dimintai pendapatnya terkait hal ini, Kamis, 5 September 2024, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut pihaknya menghormati apa yang disampaikan oleh Kajati DIY dan akan mengikuti mekanisme proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan. 

"Sebagai bupati, kita mengikuti proses hukum. Karena ranahnya di bu Kajati dan pak Kajari. Pokoknya penyelesaiannya kita mendukung. Sesuai aturan di hukum itu. Prosesnya kita mengikuti, bagaimana proses hukum dari Kajati," kata Kustini.

Baca Juga:
Putusan PTUN Surabaya Inkracht, Kuasa Hukum Bupati Situbondo Buka Suara

Peristiwa hibah ini terjadi tahun 2020 pada saat dirinya maju dan kemudian jadi Bupati Sleman menggantikan posisi suaminya (Sri Purnomo). Namun kepada wartawan, Kustini mengaku tidak tahu menahu adanya dana hibah ini.

"Saya sama sekali tidak tahu mas. Saya baru tahu setelah dilantik," jawabnya.

Ia berdalih saat dilantik masih dalam suasana Covid-19, dan saat itu dirinya berpikir bagaimana perekonomian bisa berjalan. Sementara terhadap kasus itu ia kembali mengaku tidak tahu dan baru mengetahui ada kasus itu setelah dilantik.

"Kasus itu kita gak tahu, tapi memang dalam masa transisi pada masa pemulihan perekonomian di Kabupaten Sleman sesuai harapan saat itu walau pakai masker. Pokok'e proses hukum saya mengikuti apa yang ada di bu Kajati, kita nderek apa bu Kajati," pungkasnya

Nonsens Tidak Tahu Apa-apa

Pernyataan ini berbeda dengan yang ia sampaikan sehari sebelumnya. Dalam video yang beredar di sejumlah WAG. Serta berdasar hasil penelusuran Ketik.co.id, video tersebut diambil Rabu, 4 September 2024 pada acara studi referensi peningkatan kinerja  ibu PAUD Kabupaten Sleman ke Kota Surakarta.

Dihadapan para peserta, selain menceritakan dirinya yang akan kembali maju sebagai Bupati. Kustini juga menyebut perempuan yang maju politik harus tahan banting. Kemudian pada menit ke 5:10 ia juga menyampaikan itu semua nanti akan ada horor. Baik mulai pariwisata maupun mengenai kolam renang yang akan di ulang kembali.

"Padahal itu nonsens (omong kosong) kita tidak tahu apa-apa. Yang demo itulah yang melakukan itu semua," tuduh Kustini dalam video tadi.

Ia kemudian menutup sambutannya dengan kata-kata yang menarik simpati para peserta kegiatan. (*)

Baca Juga:
Lahan Pemkab Muba 'Dikapling' Pihak Swasta, Kejari Naikkan Kasus ke Penyidikan
Baca Sebelumnya

Bupati Bandung Ungkap Bumdes yang Sehat Baru 5 Persen dari 273 Desa

Baca Selanjutnya

Daud Yordan vs Leandro Carrizo Berebut Gelar Bergengsi di Laga Khatulistiwa MNCTV

Tags:

Dana hibah Pariwisata 2020 Gubernur DIY Bupati Sleman Pemkab Sleman HUKUM Tindak Pidana Korupsi Penyidikan Kejari Sleman Kejati DIY Kajari Sleman Penkum Kejati DIY Pupenkum Kejagung RI

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar