Baznas Kabupaten Bandung Terus Berinovasi, Gali Potensi ZIS Kalangan Pekerja dan Perusahaan

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

23 Agt 2025 00:09

Thumbnail Baznas Kabupaten Bandung Terus Berinovasi, Gali Potensi ZIS Kalangan Pekerja dan Perusahaan
Ketua Baznas Kab Bandung Yusuf Ali Tontowi saat peluncuran Program Pekerja Berkah Masyarakat Sejahtera di Gedung M. Toha Soreang, Jumat (22/8/25). (Foto: Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – Program Pekerja Berkah Masyarakat Sejahtera Bersama Baznas berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), diluncurkan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di Gedung M. Toha Soreang, Jumat 22 Agustus 2025.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara menjelaskan kolaborasi ini untuk lebih menggali potensi Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) di kalangan pekerja dan perusahaan.

"Banyak persoalan di perusahaan maupun pekerja, sehingga adanya pengumpulan ZIS ini diharapkan bisa membantu kondisi para pekerja maupun keluarganya," ungkap Kadisnaker.

Ketua Baznas Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tontowi menambahkan, ZIS merupakan kekuatan pendanaan muslim yang belum tergali dengan baik.

Baca Juga:
Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

"Padahal apabila bisa digali secara optimal, maka ZIS bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi persoalan masyarakat termasuk para pekerja," tandas Yusuf.

Untuk itu, Baznas Kabupaten Bandung bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait baik Forum HRD, Apindo dan Serikat Pekerja berupaya menggali potensi ZIS di kalangan perusahaan dan pekerja.

Baznas menamai program ini "Pekerja Berkah Masyarakat Sejahtera Bersama Baznas", Dari Pekerja, Oleh Pekerja dan Untuk Pekerja.

"Pengusaha maupun pekerja setingkat manajer atau manajer/supervisor yang sudah memenuhi nisab zakat yakni Rp 7 juta per bulan, maka bisa membayarkan zakatnya 2,5 persen dari penghasilan bulanan," terang Yusuf. Sedangkan bagi yang non muslim bisa dengan membayar Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Baca Juga:
BAZNAS Kabupaten Bandung Hadirkan Terobosan, Hasil Sewa Gedung Kini Bantu Dunia Pendidikan

"Sementara pekerja yang gajinya belum mencapai nisab zakat bisa dengan membayar infak yang disesuaikan dengan kemampuan maupun kesepakatan," imbuhnya.

Untuk para pekerja ini masuknya ke infak terikat, sehingga terpisah dengan nomor rekening bank khusus dan penggunaan khusus bagi kepentingan pekerja dan perusahaan.

"Untuk cara pengumpulan bisa dengan kotak amal. Namun sistem ini tak praktis dan biaya lagi untuk pembuatan kotak dan pengambilannya," ujarnya.

Ada juga sistem Payroll dari honor bulanan misalnya Rp 5.000 atau Rp 10.000 per pekerja sehingga pengumpulan lebih mudah dan efektif.

"Bisa juga dengan kartu infak yang dikeluarkan Baznas dengan nominal Rp 2.000 atau Rp 5.000 tiap Jumat atau dikoordinir oleh perusahaan. Nantinya hasil kupon ini akan ditransfer ke rekening khusus Baznas," tutur Yusuf.

Terakhir adalah kesepakatan antara Baznas yang difasilitasi Disnaker dengan perusahaan. Misalnya tiap bulan perusahaan membayar infak dengan nominal tertentu yang sudah disepakati.

"Untuk pendistribusian ZIS ini sesuai dengan kebutuhan pekerja dan keluarganya maupun perusahaan. Namun pengajuan permohonan ini sepengetahuan UPZ Disnaker," jelas Yusuf.(*)

 

Baca Sebelumnya

Resmi Dilantik, Direktur Baru PDAM Sleman Ditantang Perbaiki Kualitas Layanan

Baca Selanjutnya

Profesor ITS Turun Gunung, Bawa Sains ke Sekolah Pinggiran di Probolinggo

Tags:

Baznas baznas kab banudng ZIS pekerja Perusahaan disnaker

Berita lainnya oleh Iwa AS

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar