Bantuan Ternak Tak Cair, Poknak Bondowoso Keluhkan Kerugian Usai Buat Kandang

Jurnalis: Haryono
Editor: Gumilang

3 Nov 2025 22:34

Thumbnail Bantuan Ternak Tak Cair, Poknak Bondowoso Keluhkan Kerugian Usai Buat Kandang
Tampak kandang ternak yang sudah selesai di bangun oleh salah satu kelompok ternak di Bondowoso. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Sejumlah kelompok peternak (Poknak) di Kabupaten Bondowoso, mengaku kecewa karena bantuan ternak yang dijanjikan melalui APBD 2025 tak kunjung terealisasi.

Padahal, mereka sudah lebih dulu mengeluarkan biaya besar untuk membangun kandang, membeli pakan, hingga mengurus berbagai perizinan administrasi.

Salah satu ketua kelompok ternak, berinisial R, mengungkapkan bahwa proposal bantuan sudah diajukan sejak Januari 2025 melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Setelah melalui proses verifikasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), kelompoknya bahkan diminta untuk membuat kandang komunal sebagai syarat penerimaan bantuan.

Baca Juga:
Bupati Bondowoso Dorong Penguatan Layanan Peternakan di Wilayah Terpencil

“Pembuatan kandang kami lakukan sekitar Mei sampai Juni 2025. Biayanya bervariasi, untuk kandang kambing sekitar Rp7 juta, sementara saya pribadi habis sampai Rp138 juta untuk kandang sapi,” ujarnya, Senin, 3 November 2025.

Tak hanya itu, para kelompok ternak juga diminta mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kemendagri melalui Bakesbangpol sesuai ketentuan baru hasil evaluasi KPK. Proses ini pun memakan biaya tambahan.

“Saya keluar sekitar Rp1,5 juta untuk akta pendirian, SKT, surat izin lahan, NPWP pribadi, sampai banner dan perlengkapan sekretariat,” jelasnya.

R menambahkan, pihak dinas sempat menyampaikan bahwa bantuan ternak akan disalurkan paling lambat Juli 2025. Namun hingga kini belum ada realisasi, meski ia mendapat informasi bahwa anggarannya sudah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Menurutnya, ada sekitar 36 kelompok ternak yang menunggu realisasi bantuan tersebut. “Untuk kelompok kambing minimal 11 ekor, terdiri dari 10 betina dan satu jantan. Kalau sapi, minimal 10 ekor,” terangnya.

Ia juga menyesalkan kabar yang beredar bahwa anggaran tersebut akan disilpakan (dikembalikan ke kas daerah) akibat kesalahan kode rekening.

“Kami tanya ke dinas melalui grup, tapi tidak ada penjelasan jelas. Padahal banyak anggota sudah keluar biaya besar, bahkan ada yang sampai menjual perhiasan untuk modal,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kabid Peternakan Disnakkan Bondowoso, Edi Poernomo, menjelaskan bahwa persoalan ini muncul karena perbedaan mekanisme penggunaan anggaran.

Ia menegaskan, nomenklatur bantuan yang direncanakan di APBD 2025 masuk dalam belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, bukan dalam mekanisme hibah.

“Secara konsep, belanja barang itu berasal dari atas ke bawah. Sedangkan hibah berbasis usulan dari masyarakat. Ini dua mekanisme yang sangat berbeda,” jelas Edi.

Ia menambahkan, hasil audiensi Sekda dengan KPK menghasilkan surat edaran yang menegaskan bahwa komoditas ternak tidak boleh dicantolkan pada rekening belanja barang, melainkan harus melalui mekanisme hibah.

“Inspektorat juga menegaskan hal yang sama. Itu sesuai dengan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024. Karena RKPD 2024 sudah final dan DPA sudah disahkan, perubahan tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.

Edi menuturkan, Disnakkan sempat berupaya agar bantuan tersebut bisa dialihkan dalam APBD Perubahan, namun hasil evaluasi gubernur menyatakan bahwa rekening kegiatan itu tidak dapat dipakai lagi.

“Mau tidak mau, anggaran itu harus disilpakan. Tapi kami akan segera memanggil perwakilan kelompok ternak untuk memberikan penjelasan secara resmi,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Respon Usulan Stiker “Keluarga Miskin”, Dinsos Pacitan Sebut Perlu Pertimbangkan Etika Sosial

Baca Selanjutnya

Peduli Kemanusiaan, Bupati Malang Beri Bantuan bagi 137 KK Korban Angin Kencang di Dau

Tags:

Kandang Kelompok Ternak Bantuan Ternak Tidak Realisasi Dinas Peternakan Bondowoso Poknak Kecewa

Berita lainnya oleh Haryono

Dari Kampus ke Jurnal Nasional: Dua Mahasiswi PGMI UIN KHAS Jember Lulus Tanpa Skripsi

15 April 2026 14:13

Dari Kampus ke Jurnal Nasional: Dua Mahasiswi PGMI UIN KHAS Jember Lulus Tanpa Skripsi

Cegah Kebocoran Setoran Pajak, Bondowoso Terapkan e-SPPT untuk Pembayaran PBB

14 April 2026 16:54

Cegah Kebocoran Setoran Pajak, Bondowoso Terapkan e-SPPT untuk Pembayaran PBB

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar