Bantuan Bongkar Ratoon untuk Petani Tebu Lumajang Hanya Terserap 6 Persen

Jurnalis: Abdul Fatah
Editor: Mustopa

2 Okt 2025 21:25

Thumbnail Bantuan Bongkar Ratoon untuk Petani Tebu Lumajang Hanya Terserap 6 Persen
Drs. H. Suigsan MM, Ketua APTRI Jawa Timur (Foto: Abdul Fatah/Ketik)

KETIK, LUMAJANG – Usaha pemerintah pusat untuk membantu petani tebu di Lumajang dengan program bongkar ratoon calon penerima calon lahan (CPCL) hanya terserap 6 persen saja.

Dari target 2.500 hektare dengan dana bantuan Rp4 Juta per hektare tidak termasuk bantuan bibit, gagal diserap oleh petani tebu di Kabupaten Lumajang karena sebagian besar petani tidak tergabung dalam Gabungnan Kelompok Tani (Gapoktan).

Ketua APTRI Jawa Timur Drs. H. Suigsan MM menyatakan, kecilnya daya serap bantuan ini sangat disayangkan, karena jika terserap semuanya akan sangat membantu petani tebu Lumajang.

Program ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya Swasemba Pangan, khususnya swasembada gula.

Baca Juga:
DPD APTRI Jatim Berharap Pabrik Gula Juga Pikirkan Nasib Petani Tebu

"Kami hari ini mengadakan rapat dengan beberapa pihak, termasuk dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Jatiroto untuk membahas kecilnya serapan bantuan ini. Data yang kami peroleh bantuan dari pemerintah pusat itu hanya terserap sekitar 150 hektar saja," kata H. Suigsan.

Masih kata H. Suigsan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Lumajang, jika tidak berhasil diserap pada tahun ini diharapkan dana bantuan ini masih bisa dialokasikan pada tahun 2026.

"Harapan kami program ini menjadi program Multi Years, sehingga tahun depan masih bisa digunakan oleh petani tebu di Lumajang," ujarnya kemudian.

H. Suigsan juga mengatakan, anggaran untuk bongkar ratoon ini sekitar Rp10 miliar karena setiap petani akan mendapatkan bantuan biaya garap Rp4 juta per hektare. 

Baca Juga:
APTRI Jatim: Curah Hujan Tinggi, Petani Harus Angkut Tebu Pakai Motor

"Itu tidak termasuk bantuan bibit, hanya biaya garap saja. Bibitnya juga dibantu oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Karena dana tersebut penyerapannya hanya sampai akhir Desember 2025, maka kemungkinan besar serapannya tidak akan besar sesuai yang diharapkan pemerintah.

"Ya kalaupun ada tambahan serapan bantuan ini, saya yakin tidak akan besar. Karena waktunya sudah dekat dengan akhir desember," urainya kemudian.

Dana bantuan yang tidak terserap ini akan kembali ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.(*)

Baca Sebelumnya

ABK Vietnam Alami Luka Serius, Basarnas Evakuasi di Laut Morotai

Baca Selanjutnya

Pembangunan Area The Nook di Perumahan Elit Kantongi Izin, Ini Tanggapan Kuasa Hukum

Tags:

bongkar ratoon Tidak terserap aptri Jatim Petani tebu Lumajang

Berita lainnya oleh Abdul Fatah

Empat Raperda Dibahas di DPRD Lumajang, Salah Satunya Raperda Soal Irigasi

13 April 2026 18:04

Empat Raperda Dibahas di DPRD Lumajang, Salah Satunya Raperda Soal Irigasi

Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Naik Dibandingkan Tahun 2024, Ini Angkanya

11 April 2026 20:15

Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Naik Dibandingkan Tahun 2024, Ini Angkanya

Saluran Lapor Bupati Lumajang Dipenuhi Keluhan Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

8 April 2026 13:44

Saluran Lapor Bupati Lumajang Dipenuhi Keluhan Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

Mahmud S.H.  Pengacara H. Ngateman Angkat Bicara Terkait Somasi Primkopol Lumajang

6 April 2026 14:57

Mahmud S.H.  Pengacara H. Ngateman Angkat Bicara Terkait Somasi Primkopol Lumajang

Pergantian Pengurus Primkpol Lumajang Berbuntut Selisih Piutang Usaha Senilai Rp3,2 Milliar

6 April 2026 12:49

Pergantian Pengurus Primkpol Lumajang Berbuntut Selisih Piutang Usaha Senilai Rp3,2 Milliar

Sampai Saat Ini, Hanya DPRD Lumajang Yang Merespon Tuntutan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran PT. Kalijeruk Baru

4 April 2026 02:26

Sampai Saat Ini, Hanya DPRD Lumajang Yang Merespon Tuntutan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran PT. Kalijeruk Baru

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar