Banjir di Jember Lumpuhkan Jalur Nasional Jember–Lumajang, 3.944 KK Terdampak

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

13 Feb 2026 10:20

Headline

Thumbnail Banjir di Jember Lumpuhkan Jalur Nasional Jember–Lumajang, 3.944 KK Terdampak
Tim gabungan sedang mengevakuasi korban terdampak banjir di Jember, pada Kamis, 12 Februari 2026. (Foto: BPBD Jember)

KETIK, JEMBER – Banjir meluas di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga Jumat, 13 Februari 2026. Luapan air sempat melumpuhkan jalur nasional Jember–Lumajang dan berdampak pada ribuan kepala keluarga di delapan kecamatan.

Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.00 WIB hingga malam hari memicu kenaikan debit sejumlah sungai. Air kemudian meluap ke permukiman warga dan menggenangi akses jalan utama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan terus meluas hingga pukul 04.20 WIB. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan Sungai Dinoyo dan Kaliputih di Kecamatan Panti meluap, disusul Sungai Kalijompo di Sukorambi serta aliran Sungai Bedadung yang melintasi Kalisat dan Jelbuk. Beberapa sungai lain di wilayah Jember juga mengalami peningkatan debit signifikan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, air mulai merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga dua meter. Banjir menggenangi jalan raya, merobohkan jembatan, serta memicu antrean kendaraan panjang.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyebut salah satu dampak paling signifikan terjadi di jalur nasional penghubung Jember–Lumajang, tepatnya di Kaliputih, Kecamatan Rambipuji.

“Untuk arus lalu lintas jalur nasional Jember–Lumajang tadi di wilayah Kaliputih, Kecamatan Rambipuji, sempat meluap sehingga lalu lintas terhambat. Antrean kendaraan mencapai kurang lebih tiga kilometer,” ujar Edy saat dikonfirmasi di sela proses evakuasi warga.

Ia menegaskan, data dampak yang dihimpun masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses asesmen di lapangan.

Selain Rambipuji, banjir juga melanda Kecamatan Sukorambi, Panti, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Secara keseluruhan, delapan kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak. BPBD mencatat sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara 299 jiwa terpaksa mengungsi.

Baca Juga:
Banjir Terjang Mumbulsari, Blusukan Bupati Jember Berubah Jadi Inspeksi Darurat

Di Kecamatan Rambipuji, warga mengungsi di rumah-rumah penduduk, masjid, dan balai desa. Banjir juga merusak tiga rumah dan tiga jembatan, termasuk jembatan putus di Desa Suci, Kecamatan Panti, serta jembatan gantung yang roboh di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Satu pondok pesantren di Kecamatan Ajung turut terdampak genangan.

Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan mengatakan pihaknya langsung bergerak sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Seperti kita ketahui, dari siang tadi Jember diguyur hujan cukup deras sampai malam hari. Sesuai perintah Bapak Kapolres Jember, kami langsung turun karena beberapa titik terdapat banjir,” katanya.

Ia menyebut banjir cukup dalam terjadi di kawasan Jubung hingga menyebabkan sejumlah kendaraan mogok akibat ketinggian air yang melampaui batas aman.

Untuk mengurai kemacetan di jalur nasional, Polres Jember menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memecah arus kendaraan di pertigaan depan Polsek Rambipuji dan mengalihkan kendaraan kecil ke arah Sukorambi.

“Untuk truk bertonase besar tetap kami biarkan lewat jalur utama karena jika dialihkan ke Sukorambi tanjakannya cukup curam dan dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas. Alhamdulillah, dengan rekayasa tersebut kemacetan berhasil diurai dan arus kembali lancar,” ujarnya.

Ferry menambahkan, jajaran kapolsek melakukan pemantauan selama 24 jam, terutama di wilayah yang dilintasi sungai seperti Jompo, Kaliwining, Badean, dan Balung. Polisi juga berkoordinasi dengan BPBD, Tagana, dan unsur tiga pilar untuk mempercepat mitigasi apabila debit air kembali meningkat.

Pihaknya menyiapkan skema evakuasi dan lokasi pengungsian di balai desa serta mengerahkan personel untuk membantu penanganan pascabanjir.

"Termasuk kerja bakti pembersihan lingkungan dan penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak," ucapnya.

Hingga Jumat dini hari, proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung. BPBD bersama TNI/Polri, PMI, Basarnas, Dinas Sosial, perangkat desa, relawan, dan warga terus memantau situasi, menyalurkan bantuan logistik, serta mendirikan dapur umum, khususnya di Kecamatan Rambipuji yang menjadi prioritas penanganan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sesuai peringatan sebelumnya dan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kenaikan debit air di wilayah masing-masing. (*)

Baca Sebelumnya

Lewat Program CSR, Telkom Indonesia - Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester

Baca Selanjutnya

Pemkot Surabaya Gercep Tangani Lansia Tunggal, Dinsos Ajak Tinggal di Griya Werdha

Tags:

Jember banjir jember Diguyur hujan hujan seharian cuaca ekstrem Jalur Nasional Jember–Lumajang lumpuh

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar