Banjir Bandang Terjang Aceh, 89 Ribu Hektare Sawah Rusak dan Kerugian Tembus Rp 1 Triliun

Editor: Muhammad Faizin

23 Des 2025 07:51

Headline

Thumbnail Banjir Bandang Terjang Aceh, 89 Ribu Hektare Sawah Rusak dan Kerugian Tembus Rp 1 Triliun
Areal persawahan di Provinsi Aceh yang rusak diterjang banjir bandang. (Pemprov Aceh)

KETIK, BANDA ACEH – Sektor pertanian di Aceh menanggung kerugian besar akibat banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten/kota pada akhir November lalu. Bencana tersebut merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian dan menyebabkan gagal panen secara masif, terutama pada komoditas padi sawah.

Kerusakan paling parah terjadi pada lahan sawah dengan total area terdampak mencapai 89.582 hektare (ha). Padahal, luas baku sawah di Aceh tercatat sebesar 202.811 ha. Dari jumlah lahan yang terendam banjir, hanya sebagian yang masih memungkinkan untuk kembali ditanami.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, menjelaskan bahwa dari total sawah terdampak banjir, tidak semuanya bisa diselamatkan. Lumpur tebal yang mengendap menjadi faktor utama penyebab kerusakan permanen lahan.

”Dari 89.582 ha yang terkena, yang masih bisa ditanami padi itu 62.517 ha. Sementara itu, yang tidak bisa ditanami padi lagi ada 27.065 ha karena tertutup lumpur. Tidak ada lagi bantaran sawah sampai ketinggian 1 sampai 1,5 meter,” jelas Cut Huzaimah.

Baca Juga:
Warga Aceh Singkil Protes, Minta Pendataan Ulang Penerima Rehab Rumah Pascabanjir

Endapan lumpur dengan ketebalan tinggi membuat ribuan hektare sawah tidak dapat dipulihkan. Kondisi ini menyebabkan hampir seluruh tanaman padi yang terdampak mengalami puso atau gagal panen total.

“Banjir kali ini memang puso semua yang ditanam karena dia diiringin oleh lumpur. Biasanya, bencana banjir itu airnya surut, kalau padi tergenang tiga hari itu tidak ada masalah. Kalau ini memang puso dan tidak mungkin diselamatkan lagi,” tegasnya.

Dampak kerusakan tersebut berujung pada kerugian ekonomi yang sangat besar. Untuk komoditas sawah saja, pemerintah Aceh mencatat estimasi kerugian sementara telah menembus angka lebih dari Rp 1 triliun.

“Estimasi kerugian untuk sawah sudah sampai 1 triliun lebih, 1 triliun 164 miliar,” kata Cut Huzaimah. Ia menambahkan, banyak petani sebenarnya sudah memasuki masa panen, namun gagal memanen hasil tanamannya akibat curah hujan ekstrem yang disertai banjir bandang.

Baca Juga:
Saksi Ahli BPKP Sebut Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Rugikan Negara Rp10,9 Miliar

Selain padi sawah, banjir juga merusak sejumlah komoditas pertanian lainnya. Komoditas jagung terdampak seluas 767 ha yang tersebar di empat kabupaten. Sementara itu, sektor hortikultura seperti cabai, bawang, dan kentang mengalami kerusakan pada lahan seluas 1.009 ha di 11 kabupaten/kota.

Dampak bencana juga merambah sektor perkebunan. Komoditas kakao, kelapa, dan kopi tercatat terdampak pada area seluas 13.023 ha. Data tersebut menunjukkan skala kerusakan yang meluas hampir di seluruh subsektor pertanian Aceh.

Secara keseluruhan, total lahan pertanian dan perkebunan yang telah dilaporkan dan diekspos ke Posko Tanggap Darurat mencapai 14.799 ha, yang merupakan gabungan dari lahan jagung dan komoditas pertanian lainnya.

Cut Huzaimah menegaskan bahwa angka kerugian tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah Aceh terus melakukan pendataan lanjutan seiring proses verifikasi di lapangan yang masih berlangsung, sehingga angka kerusakan dan kerugian diperkirakan masih dapat berubah.

Baca Sebelumnya

Ibu Kandung Diduga Pelaku Pembuangan dan Mutilasi Bayi, Masih Lemah Pasca Melahirkan

Baca Selanjutnya

Libur Nataru Lebih Irit, Ini Kiat Berkendara Hemat BBM

Tags:

Banjir Aceh banjir bandang Aceh sawah rusak Aceh kerugian pertanian Aceh padi puso Bencana Aceh bencana sumatera Bencana Nasional dampak sawit

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar