KETIK, MALANG – Bertepatan dengan hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Polresta Malang Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan karakter generasi muda.
Lewat program unggulan 'Polisi Sambang Sekolah' yang diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, seluruh Pejabat Utama (PJU) termasuk Kapolsek diinstruksikan untuk aktif turun ke sekolah.
Kali ini, giliran SMA Negeri 8 di Jalan Veteran, Kecamatan Lowokwaru yang disambangi. Hadir langsung sebagai narasumber adalah Wakapolsek Lowokwaru, AKP Bagus Setioko Darmawan memberikan pembekalan kepada 324 siswa baru mengenai bahaya narkoba dan pentingnya budaya anti korupsi sejak dini.
"Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sejak bangku sekolah agar pelajar memahami risiko pelanggaran hukum dan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas," ujar AKP Bagus kepada Ketik.com, Selasa, 14 Juli 2026.
Di hadapan ratusan siswa baru, AKP Bagus yang juga didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar mengingatkan, bahwa perilaku korupsi seringkali berakar dari kebiasaan buruk yang dianggap sepele seperti mencontek, memalsukan data, atau mengambil hak orang lain.
Baca Juga:
Sumbang PAD Rp369 Miliar, Sport Tourism Jadi Motor Utama Program 1.000 Event di Kota Malang"Tindakan korupsi itu menghambat kemajuan bangsa dan merampas hak masyarakat. Oleh karena itu, benteng utamanya adalah membangun karakter jujur dan disiplin dari sekarang," tambahnya.
Selain korupsi, ancaman nyata yang menjadi sorotan dalam sosialisasi ini adalah penyalahgunaan narkoba. Ia pun mewanti-wanti para siswa agar tidak menyentuh barang haram tersebut, karena dampaknya tidak hanya menghancurkan fisik dan mental tetapi juga memutus masa depan.
"Sekali terjerumus, dampaknya bisa berkelanjutan dengan merusak diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan. Tolak ajakan pergaulan negatif dan berani katakan tidak pada narkoba," tegasnya.
Dengan adanya pembinaan tersebut, suasana MPLS yang biasanya kaku berubah menjadi sangat hidup dan komunikatif. Para siswa baru juga tampak antusias memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai aspek hukum hingga langkah preventif yang dapat mereka lakukan.
Baca Juga:
28 Sekolah di Kota Malang Kekurangan Murid, 3 Tahun Berturut-turut Bakal Kena MergerDalam kesempatan tersebut, AKP Bagus berharap agar sinergi antara kepolisian, pihak sekolah dan orang tua dapat terus diperkuat guna mengawal para pelajar menjadi agen perubahan.
"Lewat kegiatan ini, kami dari Polresta Malang Kota optimis dapat ikut melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas, berprestasi, sehat tanpa narkoba, serta menjunjung tinggi integritas," pungkasnya. (*)