KETIK, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.
Ia mengatakan cadangan Pertalite atau BBM bersubsidi jenis RON 90 tersedia untuk kebutuhan 16 hingga 18 hari, sedangkan stok BBM jenis lainnya berada di atas standar minimum nasional.
“Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Bahlil, persoalan pasokan BBM yang sempat terjadi di Bali bukan disebabkan oleh kekurangan cadangan nasional, melainkan kendala distribusi dari Jawa Timur akibat keterlambatan kedatangan kapal.
Pemerintah telah melakukan penanganan untuk mengatasi hambatan tersebut. Hasilnya, stok BBM di Bali kembali meningkat hingga mencapai 12 hari.
Baca Juga:
Temui Bahlil, Bupati TRK Bahas Investasi, Hilirisasi hingga Lapangan Pekerjaan di Nagan Raya“Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga berupaya menjaga kelancaran distribusi BBM ke berbagai wilayah Indonesia.
Pasalnya, ada kendala distribusi energi yang dipengaruhi pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar penyaluran energi kepada masyarakat tidak terganggu.
Baca Juga:
Per Hari Ini Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Begini Alasannya"Sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama akibat faktor cuaca dan kondisi geografis," pungkasnya. (*)