Bahasa Inggris Masuk Mapel di SD, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Siapkan Tenaga Pengajar Berkompeten

Jurnalis: Avirista Midaada
Editor: Gumilang

9 Okt 2025 20:30

Thumbnail Bahasa Inggris Masuk Mapel di SD, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Siapkan Tenaga Pengajar Berkompeten
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat pemaparan pada seminar internasional di Universitas Brawijaya (Aris/Ketik)

KETIK, MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berkomitmen mendukung transformasi dan pemerataan akses, mutu dan lahanan pendidikan. Termasuk peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di bidang pembelajaran Bahasa Inggris. 

Hal-hal itu disebut Abdul Mu'ti harus berorientasikan masa depan, produktivitas, kompetensi, bukan berbasis pada keterampilan komunikasi saja. Tapi juga bagaimana penguasaan mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris mampu mendukung kolaborasi lintas budaya, kreativitas, dan literasi digital. 

"Berdasarkan kebijakan ini, pemerintah melalui peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 menetapkan, bahwa Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027-2028 untuk kelas 3," kata Abdul Mu'ti dalam seminar internasional TEFLIN 2025 Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya (UB), Kamis, 9 Oktober 2025.

Kebijakan ini disebut Abdul Mu'ti, merupakan implementasi konkret dari peta pendidikan nasional, yang menekankan bahwa kemahiran berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Hal ini merupakan instrumen kunci dalam mengembangkan profil lulusan yang produktif dan berdaya saing global.

Baca Juga:
Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan TKA Hari Kedua di Surabaya, Siswa: Ujiannya Mudah!

Foto Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Seminar internasional TEFLIN 2025 FIB Universitas Brawijaya (Humas Kemendikdasmen)Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Seminar internasional TEFLIN 2025 FIB Universitas Brawijaya (Humas Kemendikdasmen)

Maka untuk menyukseskan Bahasa Inggris jadi mata pelajaran baru di sekolah dasar, perlu adanya program peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris, pihaknya memiliki beberapa program yang berkaitan dengan kebijakan tersebut.

"Pertama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, telah merancang Program peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam Pengajaran Bahasa Inggris. Program ini merupakan bagian strategis dari Inisiatif Peningkatan Kapasitas Guru Nasional sebagaimana digariskan dalam peta jalan pendidikan nasional," jelasnya.

Tujuannya supaya setiap guru dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi abad ke-21 dan keterampilan berbasis teknologi. Penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris dirancang untuk menyelaraskan dengan capaian pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.

Baca Juga:
Wacana Belajar Online Batal, Mendikdasmen Tegaskan Siswa Wajib Masuk Sekolah Usai Lebaran

Implementasinya dengan menekankan penguasaan keterampilan reseptif, menyimak dan membaca, keterampilan produktif, berbicara dan menulis, serta interaksi komunikatif kontekstual. 

"Kedua, mengembangkan pengajaran Bahasa Inggris berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang penuh kesadaran, menyenangkan, dan bermakna. Ketiga, menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dasar," beber pria yang juga Sekjen Muhammadiyah ini.

Keempat, mengintegrasikan pelatihan guru ke dalam sistem manajemen pembelajaran (LMS) berbasis Ruang GTK, ntuk mendukung pembelajaran digital berkelanjutan. Pihaknya ug mendorong penerapan pembelajaran mendalam sebagai paradigma pembelajaran nasional, atau bisa disebut sebagai paradigma baru.

"Peta jalan pendidikan nasional mengarahkan semua jenjang pendidikan menuju pembelajaran mendalam, yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Melalui pembelajaran mendalam, peserta didik didorong untuk menghargai keberagaman, mengembangkan empati lintas budaya, dan berpikir global tanpa kehilangan akar lokal mereka," paparnya.

Menurutnya, pada konteks pembelajaran Bahasa Inggris, perlu adanya pembelajaran mendalam, dengan mengembangkan pembelajaran yang penuh kesadaran, menyenangkan, dan bermakna.

Ketiga prinsip inilah yang membentuk fondasi kurikulum. Bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi saja, terapi juga sebagai sarana untuk berpikir, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

"Selain itu juga menghubungkan teks dan konteks dalam isu-isu sosial, budaya, dan kemanusiaan, mendorong siswa untuk memahami makna dan nilai-nilai alih-alih sekadar menghafal bentuk," tukasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Tak Sekadar Kompetisi, Cerdas Cermat Dinilai Bentuk Kepemimpinan dan Soft Skill Pelajar

Baca Selanjutnya

Warga Kini Bisa Laporkan Jalan Rusak Langsung ke Bupati Brebes, Begini Caranya

Tags:

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Sekolah Dasar Kurikulum Sekolah Dasar

Berita lainnya oleh Avirista Midaada

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

24 Oktober 2025 19:01

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

24 Oktober 2025 18:55

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

24 Oktober 2025 18:47

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

24 Oktober 2025 05:51

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

24 Oktober 2025 05:15

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

23 Oktober 2025 15:22

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar