KETIK, SORONG – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Papua Barat Daya melakukan audiensi bersama Korem 181/Praja Vira Tama dalam membahas situasi stabilitas keamanan di Provinsi Papua Barat Daya, Kamis, 21 Mei 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung bersama Danrem 181/PVT Sorong sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara unsur TNI dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan serta persatuan di Tanah Papua.

Presidium KAHMI Papua Barat Daya Abdullah Usman Yeubun mengatakan pihak Danrem menyambut baik kedatangan KAHMI dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, Danrem 181/PVT Sorong dan KAHMI sepakat bahwa situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak boleh diganggu oleh pihak mana pun dan wilayah dari Sabang sampai Merauke merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Tadi Pak Dandrem menitipkan pesan agar seluruh ormas yang ada di wilayah Papua Barat Daya untuk sama-sama menjaga situasi keamanan, saling koordinasi jika terdapat hal-hal yang mengancam situasi keamanan,” ungkap Abdullah.

Baca Juga:
KSAD Klaim Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Arahan Pemda, Bukan Instruksi TNI

Ia menjelaskan, sinergitas antara MW KAHMI Papua Barat Daya dan Korem 181 Praja Vira Tama Sorong merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keutuhan NKRI di Tanah Papua.

“Melalui kolaborasi dan komunikasi yang harmonis, Pak Danrem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun rasa persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.

Abdullah menambahkan, kehadiran TNI bersama tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi simbol bahwa menjaga Papua Barat Daya bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.

“Dengan semangat silaturahmi dan dialog, setiap perbedaan dapat disatukan dalam bingkai kebersamaan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:
Prajurit TNI Tewas Ditembak Rekannya di Tempat Hiburan Malam Palembang, Diduga Dipicu Senggolan Saat Berjoget

Ia menegaskan Papua Barat Daya membutuhkan persatuan dan kolaborasi, bukan konflik maupun perpecahan.

Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Papua yang maju, aman, dan bermartabat.

“Dalam waktu dekat ini, pihak Danrem akan berkolaborasi dengan MW KAHMI dan seluruh elemen masyarakat Papua Barat Daya untuk melakukan dialog kebangsaan,” pungkas Abdullah Usman Yeubun.(*)